Asian Spectator


The Times

.

Apakah tepat memindahkan ibu kota negara dari sekarang?

  • Written by Anggi Lubis, Editor Bisnis + Ekonomi
Apakah tepat memindahkan ibu kota negara dari sekarang?

Pemerintah saat ini tengah bergegas memindahkan ibu kota negara (IKN) dari DKI Jakarta ke Kalimantan Timur. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa mengatakan, pemindahan IKN dilakukan bertahap[1] mulai tahun ini hingga tahun 2045 mengingat pentingnya memperhatikan kesinambungan fiskal dan skema pendanaan.

Tidak tanggung-tanggung, pembiayaan untuk IKN diperkirakan hampir mencapai Rp 500 triliun[2]. Skema pendanaan[3] melingkupi modal dari anggaran penerimaan belanja negara (APBN), badan usaha milik negara (BUMN), serta kerja sama dengan swasta.

Ihwal dari pemindahan IKN berasal dari prediksi akan potensi tenggelamnya Jakarta[4] akibat populasi yang terlalu pada serta upaya pemerataan ekonomi[5] agar tidak hanya terpusat di Jawa saja.

Tidak sedikit suara yang menolak pemindahan IKN ini. Terkini[6], 45 tokoh besar memulai petisi di situs change.org untuk meminta Presiden Joko Widodo untuk menimbang kembali putusan ini, apalagi mengingat Indonesia tengah mengalami perlambatan ekonomi akibat pandemi.

Penelitian dari para pakar Universitas Indonesia (UI) menunjukkan bagaimana upaya yang menghabiskan ratusan triliun ini hanya akan berkontribusi sebesar 0.05% pada pertumbuhan ekonomi.

Belum lagi, Indonesia harus memanfaatkan momentum untuk pemulihan ekonomi akibat pandemi serta keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Artinya di sini, alokasi dana yang besar diperlukan untuk perbaikan infrastruktur dan investasi pada sumber daya manusia.

Di episode terbaru podcast SuarAkademia[7], Ekonom UI Fithra Faisal Hastiadi berpendapat bahwa pemindahan IKN merupakan pilihan rasional. Namun, yang tidak rasional adalah bagaimana pemindahan itu dimulai dua dekade terlalu dini, utamanya mengingat sejumlah permasalahan perekonomian yang tengah dihadapi Indonesia.

Sementara, sudah ada solusi-solusi sementara yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kepadatan Jakarta, termasuk penguatan wilayah aglomerasi dan pemanfaatan teknologi digital.

Simak episodenya di SuarAkademia – ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

References

  1. ^ dilakukan bertahap (money.kompas.com)
  2. ^ Rp 500 triliun (nasional.kompas.com)
  3. ^ Skema pendanaan (money.kompas.com)
  4. ^ potensi tenggelamnya Jakarta (kumparan.com)
  5. ^ upaya pemerataan ekonomi (ekonomi.bisnis.com)
  6. ^ Terkini (nasional.kompas.com)
  7. ^ podcast SuarAkademia (open.spotify.com)

Authors: Anggi Lubis, Editor Bisnis + Ekonomi

Read more https://theconversation.com/apakah-tepat-memindahkan-ibu-kota-negara-dari-sekarang-176904

Magazine

Corporate Secretarial Services in Singapore: Annual Compliance, Key Filings, and Common Mistake

Annual compliance in Singapore should not be treated as a once-a-year administrative event. It is an ongoing governance system that depends on accurate records, timely filings, disciplined approvals...

Why Early Protection of Intellectual Assets is Critical

For many businesses, intellectual assets are among the most valuable things they own, yet they're often the last to receive formal legal protection. A brand name or a proprietary process can represe...

Konservasi gaya lama tak efektif: Pemulihan Aceh perlu warga dengan ekonomi yang merawat hutan

shutterstock(Manthofana/Shutterstock)● Peminggiran warga dari konservasi hutan Lingga Isaq menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak bencana.● Pertanian monokultur dan tambang emas...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink sahabetz-libraryMarsbahisgrandpashabetultrabetjojobetgrandpashabetDeneme bonusu veren siteler 2026Deneme bonusu veren siteler 2026Marsbahisjojobet giriş爱思助手下载jojobetjojobetjojobetmarsbahisjojobetmarsbahisjojobetjojobetmarsbahistelegram下载jojobetDeneme Bonusu Veren Sitelergrandpashabet twitter girişcratosroyalbet有道翻译下载jojobetbetasus girişcasibomgrandpashabetjojobetgrandpashabetjojobetjojobetgrandpashabet