Misteri dalam prasasti: Bagaimana perangkat lunak beralgoritma ‘membaca’ batu Singapura
- Written by Francesco Perono Cacciafoco, Associate Professor in Linguistics, Xi'an Jiaotong-Liverpool University
Batu Singapura yang masih menyisakan teka-teki hingga kini.wikipedia.org, CC BY● Perangkat lunak ‘Read-y Grammarian’ menggunakan algoritma komputasi untuk merekonstruksi teks pada batu Singapura.
● Batu Singapura masih menjadi teka-teki besar karena aksaranya unik dan tidak cocok dengan sistem penulisan mana pun.
●...




