Asian Spectator

Times Advertising

Kapitalisme ketuanan: Mengapa ketimpangan tetap bertahan meski Indonesia sudah demokratis?

  • Written by Dr. Aniello Iannone, Indonesianists | Research Fellow at the research centre Geopolitica.info | Lecturer, Universitas Diponegoro
Kapitalisme ketuanan: Mengapa ketimpangan tetap bertahan meski Indonesia sudah demokratis?Para petani menggelar aksi duduk di jalan protokol di Jakarta untuk merayakan Hari Buruh.Ahmad Nurur/Shutterstock

● Demokrasi tidak otomatis menghapus ketimpangan sosial.

● Elite mempertahankan dominasi lewat narasi stabilitas dan pembangunan.

● Ketimpangan dinormalisasi sebagai harga pertumbuhan ekonomi.


Masyarakat kerap memahami...

Magazine

Bukan sekadar tren: Bagaimana perubahan iklim dan pengaruh ‘runfluencer’ mengancam hobi lari kita?

Peningkatan suhu global dan polusi udara membuat aktivitas lari di luar ruangan menjadi lebih berat sekaligus tidak aman. Selain itu, beberapa perangkat digital yang diandalkan banyak pelari membawa d...

Kapitalisme ketuanan: Mengapa ketimpangan tetap bertahan meski Indonesia sudah demokratis?

Para petani menggelar aksi duduk di jalan protokol di Jakarta untuk merayakan Hari Buruh.Ahmad Nurur/Shutterstock● Demokrasi tidak otomatis menghapus ketimpangan sosial.● Elite mempertahan...

Darurat krisis: Pemerintah perlu dan bisa memangkas anggaran MBG hingga Rp200 triliun

● Program BGN-MBG terus menuai polemik karena pelaksanaannya semrawut dan anggarannya terlalu besar.● Desakan untuk menghemat anggaran MBG meningkat melihat kondisi APBN yang sedang tertek...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink testsahabetslot gacoronwinsahabetbets10sahabetgalabetTaraftarium24padişahbetgalabet girişpokerklas girişagb99pokerklasCratosroyalbetbetasus girişcasibomzlibrarycasibomdizipalgrandpashabetmadridbetjojobetjojobetmeritkingjojobetcasibomcasibomatlasbet giriş