Asian Spectator


The Times

.

Job-education mismatch : mengurai akar fenomena salah jurusan di Indonesia

  • Written by Luthfi T. Dzulfikar, Editor Pendidikan + Anak Muda
Job-education mismatch : mengurai akar fenomena salah jurusan di Indonesia

Akhir tahu lalu, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim menyatakan[1] hanya maksimal 20% lulusan perguruan tinggi bekerja sesuai dengan jurusannya.

Pernyataan ini menyusul statistik serupa yang disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan[2] pada 2017 lalu yang menyebutkan hanya 37% angkatan kerja yang selaras dengan bidang akademiknya.

Menurut riset[3], latar belakang pendidikan yang tidak cocok dapat menyebabkan “job-education mismatch” (ketidakcocokan bidang keahlian pekerja) dan semakin menyulitkan masyarakat di negara berkembang untuk naik kelas secara ekonomi.

Ketidakcocokan ini, misalnya, bisa membuat mereka mendapat penghasilan yang lebih rendah dari pekerja lain yang bidangnya selaras.

Riset terbaru di Indonesia[4] menyebutkan bahwa potensi perbedaan penghasilan ini bisa mencapai lebih dari 5%. Bahkan, studi di Bosnia-Herzegovina[5] menyebutkan angkanya mencapai 13-15%.

Bagaimana pola fenomena salah jurusan yang terjadi di Indonesia, dan apa akar penyebabnya dan solusi yang bisa diterapkan di sistem pendidikan?

Untuk menjawabnya, pada episode podcast SuarAkademai kali ini, kami berbicara dengan Carter Bing Andika, mahasiswa S3 di bidang kepemimpinan pendidikan di Universitas Pelita Harapan (UPH).

Carter menjelaskan pola job-education mismatch di berbagai belahan dunia, sesat pikir penjurusan akademik di Indonesia, perbaikan pada sistem bimbingan dan konseling sekolah, hingga pentingnya fleksibilitas bidang akademik di tingkat perguruan tinggi.

Simak lengkapnya di SuarAkademia – ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

References

  1. ^ menyatakan (www.detik.com)
  2. ^ disampaikan Kementerian Ketenagakerjaan (finance.detik.com)
  3. ^ Menurut riset (doi.org)
  4. ^ Riset terbaru di Indonesia (doi.org)
  5. ^ studi di Bosnia-Herzegovina (doi.org)

Authors: Luthfi T. Dzulfikar, Editor Pendidikan + Anak Muda

Read more https://theconversation.com/job-education-mismatch-mengurai-akar-fenomena-salah-jurusan-di-indonesia-177932

Magazine

Corporate Secretarial Services in Singapore: Annual Compliance, Key Filings, and Common Mistake

Annual compliance in Singapore should not be treated as a once-a-year administrative event. It is an ongoing governance system that depends on accurate records, timely filings, disciplined approvals...

Why Early Protection of Intellectual Assets is Critical

For many businesses, intellectual assets are among the most valuable things they own, yet they're often the last to receive formal legal protection. A brand name or a proprietary process can represe...

Konservasi gaya lama tak efektif: Pemulihan Aceh perlu warga dengan ekonomi yang merawat hutan

shutterstock(Manthofana/Shutterstock)● Peminggiran warga dari konservasi hutan Lingga Isaq menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak bencana.● Pertanian monokultur dan tambang emas...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink z-libraryRomabetgrandpashabetgrandpashabetCasibomgrandpashabetDeneme bonusu veren siteler 2026Deneme bonusu veren siteler 2026Romabetjojobet giriş爱思助手下载jojobetjojobetjojobetmarsbahisjojobetjojobetjojobetjojobetjojobettelegram下载jojobetgrandpashabetcasino sitelerimeritbet有道翻译下载royalbet girişcasibomjojobetjojobetgrandpashabetgrandpashabetjojobetgrandpashabetjojobet