Asian Spectator


The Times

.

Demi bumi, apa warga Indonesia harus latah diet daging saat lebaran?

  • Written by Robby Irfany Maqoma, Editor Lingkungan
Demi bumi, apa warga Indonesia harus latah diet daging saat lebaran?

Laporan terbaru Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (IPCC) menegaskan korelasi yang kuat[1] antara kenaikan produksi dari sektor peternakan dengan peningkatan emisi gas metana.

Guna meredam laju emisi, para pakar pun merekomendasikan[2] praktik peternakan yang berkelanjutan. Misalnya dari aspek penggunaan lahan, manajemen pakan hewan ternak, hingga pengolahan kotorannya.

Ada juga akademikus yang menyarankan pengurangan konsumsi daging, terutama bagi 54 negara berpendapatan tinggi. Kebiasaan ini diprediksi dapat mengurangi emisi gas rumah kaca[3] dari sektor agrikultur sebesar 61%.

Di samping perkara emisi, diet daging[4] juga menjadi bentuk protes atas sistem pangan dunia yang kurang mempertimbangkan kesejahteraan hewan.

Menanggapi seruan ini, warga Indonesia pun tak mau ketinggalan. Sejumlah inisiatif. dirancang untuk mengajak warga menerapkan pola makan yang lebih ramah bumi, termasuk mengurangi kebiasaan makan daging.[5][6][7]

Dalam episode SuarAkademia kali ini, Kepala Human Nutrition Research Center di Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Universitas Indonesia, Rina Agustina, menanggapi seruan tersebut dengan kritis.

Menurut dia, Indonesia justru masih menghadapi persoalan malnutrisi karena pola makan yang tidak seimbang. Konsumsi daging sapi Indonesia juga hanya rata - rata 2,4 kg per orang per tahun[8]. Ini merupakan peringkat kedua terendah di antara negara-negara anggota OECD (Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan).

Selain urusan konsumsi daging, Rina juga menyampaikan langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat dan pemerintah untuk menerapkan pola makan sehat nan lestari bagi bumi. Rina – yang juga anggota perkumpulan pakar global untuk sistem pangan yang sehat dan lestari, EAT-Lancet Commission,[9] merekomendasikan menu-menu alternatif khas Indonesia yang dapat dipilih agar makanan dalam perayaan idulfitri tahun ini tak hanya ketupat, opor ayam, ataupun rendang.

Simak perbincangan selengkapnya dalam podcast SuarAkademia – ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

References

  1. ^ korelasi yang kuat (report.ipcc.ch)
  2. ^ merekomendasikan (theconversation.com)
  3. ^ diprediksi dapat mengurangi emisi gas rumah kaca (www.nature.com)
  4. ^ diet daging (www.animalaid.org.uk)
  5. ^ Sejumlah inisiatif (www.ivsvsi.org)
  6. ^ lebih ramah bumi (zerowaste.id)
  7. ^ mengurangi kebiasaan makan daging. (kbr.id)
  8. ^ 2,4 kg per orang per tahun (data.oecd.org)
  9. ^ EAT-Lancet Commission, (eatforum.org)

Authors: Robby Irfany Maqoma, Editor Lingkungan

Read more https://theconversation.com/demi-bumi-apa-warga-indonesia-harus-latah-diet-daging-saat-lebaran-181957

Magazine

How Long Does Botox Really Last? A Realistic Timeline

Someone might notice a line between their eyebrows getting deeper after a stressful week, or catch their forehead creasing in a video call in a way it did not before. It is a small observation, easy...

Compressed Air Pipe and Fittings: What Every Australian Industrial Facility Needs to Know

Compressed air is the fourth utility of modern industry, right alongside electricity, gas, and water. Yet despite its critical role in powering everything from pneumatic tools to automated productio...

Common Risks Hidden in Commercial Lease Agreements

Commercial leases are often longer and more complex than tenants expect, and the fine print can carry significant financial and operational consequences over the years that follow. Many business own...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink z-libraryesim senegalbetparkbetparktelegram下载zlibrary bookscasino en ligneWPS下载IND RUMMYnon gamstop casinosnon gamstop casinos uknon gamstop casinoscasinos not on gamstopcasinos not on gamstopnon gamstop casinoonline gamblinguk casinosuk casinosStreamEastStreamEastjojobetmeritkingcashnow.imweb.mecasibomcasibomjojobet