Asian Spectator

.

.

Siapa Ayman Al-Zawahiri? Siapa penggantinya? Dan apa arti kematiannya bagi Al-Qaeda dan agenda antiterorisme AS?

  • Written by Haroro J. Ingram, Senior Research Fellow at the Program on Extremism, George Washington University
Siapa Ayman Al-Zawahiri? Siapa penggantinya? Dan apa arti kematiannya bagi Al-Qaeda dan agenda antiterorisme AS?

Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengumumkan bahwa pemimpin Al-Qaeda yang juga salah satu perencana serangan 11 September 2001[1], Ayman Al-Zawahiri[2], tewas terbunuh dalam serangan pesawat tanpa awak[3] di kota Kabul, Afghanistan.

Presiden AS Joe Biden mengatakan[4] dalam pidatonya pada 1 Agustus 2022 bahwa Al-Zawahiri adalah penerus kepemimpinan Osama bin Laden[5] dan kematiannya telah memberikan keadilan bagi keluarga korban yang tewas dalam tragedi 9/11. Operasi intelijen AS tersebut berlangsung hampir setahun sejak AS menarik pasukannya dari Afghanistan[6] setelah bergelut di sana selama dua dekade.

Profil Ayman Al-Zawahiri

Ayman Al-Zawahiri kerap disebut sebagai jihadis[7] global. Istilah jihadis pada dasarnya merujuk pada orang yang terlibat dalam aktivitas memperjuangkan syariat Islam. Dalam konteks terorisme, jihadis biasanya digunakan untuk menyebut anggota yang siap berperang untuk menegakkan syariat Islam – dengan definisi ‘syariat’ yang berdasarkan pemahaman kelompok mereka sendiri.

Al-Zawahiri lahir di Mesir dan menjadi pemimpin tertinggi Al-Qaeda pada 2011, setelah Osama tewas di tangan militer AS[8] dalam suatu operasi intelijen. Selama masa kepemimpinan Al-Zawahiri, Al-Qaeda mengalami tahun-tahun penuh guncangan, salah satunya setelah terjadinya serangan pesawat tanpa awak oleh militer AS di Pakistan[9]. Di tahun-tahun menjelang kematiannya, Osama pun telah bersusah payah[10] mempertahankan kontrol dan persatuan di seluruh jaringan afiliasi Al-Qaeda.

A laptop screen shows Ayman al-Zawahri speaking with the English translation below reading 'Bush do you know where I am. I am in the midst.'
Ayman Al-Zawahiri menantang Presiden Amerika Serikat George W. Bush yang saat itu masih berkuasa. AP Photo/B.K.Bangash[11]

Al-Zawahiri menggantikan Osama, terlepas dari berbagai kontroversi[12] terkait reputasinya sendiri. Meskipun ia sudah lama terlibat dalam sejarah panjang gerakan jihad, banyak pengamat[13], dan bahkan jihadis lain, yang melihatnya sebagai seorang orator yang kurang enerjik dan tidak punya pengalaman di medan perang.

Tidak seperti Osama yang disebut-sebut memiliki karisma tertentu, sosok[14] Al-Zawahiri terlihat tidak mumpuni dan tidak tahan banting untuk menghadapi hambatan yang berliku-liku, dan pidatonya seringkali dianggap ketinggalan zaman. Ia juga kesulitan untuk menepis rumor yang sempat beredar bahwa ia pernah menjadi informan penjara saat ditahan di Mesir.

Pengaruh Al-Zawahiri semakin pudar sejak terjadinya gelombang gerakan revolusioner di sejumlah negara Timur Tengah dan Afrika Utara, yang dikenal sebagai Kebangkitan Dunia Arab (Arab Spring)[15]. Banyak pengamat global menilai bahwa popularitas Al-Qaeda kemudian meredup dan kelompok kriminal tersebut seakan tidak mampu memanfaatkan situasi perang di Irak dan Suriah.

Para analis menyebutkan bahwa bagi para pendukung Al-Qaeda, Al-Zawahiri cenderung membuat organisasi tersebut ketinggalan zaman dan dapat dengan mudah tergeser oleh kelompok-kelompok militan Islam lain[16] di “panggung” global.

Akan tetapi, runtuhnya kekhalifahan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS)[17] pada tahun 2019, kembalinya kekuasaan Taliban (yang merupakan sekutu Al-Qaeda) di Afghanistan, dan kuatnya afiliasi Al-Qaeda terutama di Afrika[18] membuat beberapa ahli berpendapat[19] bahwa Al-Zawahiri berhasil membuat Al-Qaeda bertahan dalam melalui periode penuh tantangan dan tetap menjadi kelompok kriminal yang menjadi ancaman besar hingga kini.

Salah seorang pejabat senior AS mengatakan kepada Associated Press[20] bahwa bahkan pada detik-detik menjelang kematiannya, Al-Zawahiri masih memberikan “arahan strategi” dan dianggap sebagai sosok yang berbahaya.

Setelah Al-Zawahiri tewas, bagaimana selanjutnya?

Membunuh dan menangkap para pemimpin teroris telah menjadi agenda kontraterorisme utama bagi AS dan banyak negara-negara lain selama beberapa dekade terakhir.

Di Indonesia[21], ada Satuan Tugas (Satgas) Operasi Madago Raya[22], operasi militer gabungan TNI dan Polri (dulu bernama Tinombala). Misi utama operasi ini adalah menangkap dan membasmi kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT)[23], kelompok militan asal Indonesia yang beroperasi di wilayah pegunungan di Sulawesi Tengah.

Baru-baru ini, TNI dan Polri gencar melakukan serangkaian penangkapan puluhan anggota, simpatisan, serta tokoh kunci MIT. Ditambah dengan kematian pimpinan mereka, Ali Kalora, kondisi ini dianggap memberikan sinyal positif untuk benar-benar mengakhiri eksistensi kelompok ekstremisme tersebut.

MIT memiliki ideologi Salafi-Jihadi dan berafiliasi[24] dengan ISIS[25]. Selain MIT, ada pula Jemaah Islamiyah (JI)[26], organisasi militan berideologi fundamentalisme Islam di Asia Tenggara yang terafiliasi[27] dengan Taliban dan Al-Qaeda.

Berbeda dengan ISIS yang memiliki praktik suksesi kepemimpinan[28] yang tegas, regenerasi kepemimpinan Al-Qaeda tampak tak jelas. Pengganti Al-Zawahiri akan menjadi pemimpin ketiga gerakan yang dibentuk[29] pada tahun 1988 tersebut.

Calon paling potensial[30] jatuh pada seorang keturunan Mesir, yakni Saif Al-Adel[31].

Saif adalah mantan kolonel tentara Mesir dan, seperti Al-Zawahiri, merupakan anggota kelompok ekstremis Mesir, Egyptian Islamic Jihad (EIJ), yang berafiliasi dengan Al-Qaeda. Ia terlibat dalam pengeboman kedutaan besar AS di Tanzania dan Kenya tahun 1998. Reputasinya sebagai ahli bahan peledak dan ahli strategi militer telah membuatnya menjadi sosok penting dalam gerakan Al-Qaeda.

Kami berpendapat bahwa kelompok kriminal global tersebut kini berada di persimpangan jalan. Jika penerus Al-Zawahiri bisa diakui secara sah oleh jajaran inti Al-Qaeda dan seluruh afiliasinya, maka ia akan dapat menstabilkan organisasi itu. Namun, sepertinya proses regenerasi Al-Qaeda akan berlangsung penuh tantangan dan, mungkin saja, justru dapat memecah belah kelompok tersebut.

Pengganti Al-Zawahiri punya pekerjaan rumah yang besar, yakni untuk mempertahankan kesetiaan seluruh jaringan Al-Qaeda dan mempertahankan predikat kelompok itu sebagai ancaman global.

Kelanjutan operasi AS setelah Taliban mengambil alih Afghanistan

Penarikan pasukan AS dari Afghanistan tahun lalu menimbulkan pertanyaan apakah AS dapat terus menekan eksistensi Al-Qaeda, ISIS[32], dan organisasi militan lainnya di negara itu.

Pejabat pemerintah AS menjabarkan[33] bahwa AS akan tetap turun tangan dalam menangani segala serangan terorisme dan kebangkitan kelompok ekstremis manapun, sesuai dengan Strategi Di Atas Cakrawala (Over The Horizon Strategy)[34] mereka yang kerap dibanggakan oleh Presiden Biden.

Bagi kalian yang bertanya-tanya apakah AS masih berkeinginan untuk mengejar teroris-teroris besar di Afghanistan, pembunuhan Al-Zawahiri agaknya sudah menjawab.

Serangan tersebut dilaporkan melibatkan[35] pengawasan jangka panjang terhadap Al-Zawahiri dan keluarganya. Biden juga mengklaim operasi itu tidak memakan korban sipil.

AS butuh 11 bulan untuk menyerang target terbesarnya tersebut sejak Taliban mengambil alih pemerintahan Afghanistan. Ini sangat kontras dengan ratusan serangan udara[36] yang dilakukan AS pada tahun-tahun sebelum menarik pasukannya.

Serangan itu dilakukan di Kabul, area yang dihuni oleh tokoh-tokoh senior Taliban. Rumah persembunyian Al-Zawahiri[37] pun adalah milik seorang ajudan senior dari Sirajuddin Haqqani, salah satu teroris paling dicari oleh AS[38] yang juga bagian dari jajaran pimpinan Taliban.

Membantu dan bersekongkol dengan Al-Zawahiri merupakan pelanggaran oleh Taliban terhadap perjanjian Doha[39].

Isi perjanjian tersebut adalah Taliban setuju “untuk tidak bekerja sama dengan kelompok atau individu yang mengancam keamanan AS dan sekutunya.” Serangan terhadap Al-Zawahiri, dengan demikian, menunjukkan bahwa jika AS ingin melakukan operasi militer di Afghanistan, dukungan Taliban tidak dapat diandalkan dan diharapkan[40].

Serangan terhadap Al-Zawahiri juga tidak banyak membantu untuk memprediksi apakah AS akan dapat menahan perkembangan kelompok jihadis lain di kawasan, seperti ISIS[41].

Kami meyakini bahwa jika semakin banyak jihadis yang menganggap Taliban terlalu lemah untuk melindungi para pemimpin Al-Qaeda dan tidak dapat memerintah Afghanistan tanpa bantuan AS, mereka akan beralih ke ISIS[42].

Dinamika ini menunjukkan tingginya tantangan dalam agenda melawan terorisme di Afghanistan saat ini, yang tidak mungkin dapat diselesaikan hanya dengan serangan pesawat tanpa awak dan membunuh petinggi-petinggi kelompok ekstremisme.

References

  1. ^ serangan 11 September 2001 (www.bbc.com)
  2. ^ Ayman Al-Zawahiri (www.kompas.com)
  3. ^ dalam serangan pesawat tanpa awak (www.cnnindonesia.com)
  4. ^ mengatakan (news.detik.com)
  5. ^ Osama bin Laden (international.sindonews.com)
  6. ^ AS menarik pasukannya dari Afghanistan (www.cnbcindonesia.com)
  7. ^ jihadis (www.wordnik.com)
  8. ^ tewas di tangan militer AS (www.npr.org)
  9. ^ oleh militer AS di Pakistan (direct.mit.edu)
  10. ^ bersusah payah (www.ctc.usma.edu)
  11. ^ AP Photo/B.K.Bangash (newsroom.ap.org)
  12. ^ berbagai kontroversi (foreignpolicy.com)
  13. ^ pengamat (www.cnn.com)
  14. ^ sosok (www.universiteitleiden.nl)
  15. ^ Kebangkitan Dunia Arab (Arab Spring) (www.aljazeera.com)
  16. ^ kelompok-kelompok militan Islam lain (www.theatlantic.com)
  17. ^ runtuhnya kekhalifahan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) (www.theguardian.com)
  18. ^ terutama di Afrika (www.cfr.org)
  19. ^ berpendapat (warontherocks.com)
  20. ^ mengatakan kepada Associated Press (apnews.com)
  21. ^ Di Indonesia (theconversation.com)
  22. ^ Operasi Madago Raya (id.wikipedia.org)
  23. ^ Mujahidin Indonesia Timur (MIT) (en.wikipedia.org)
  24. ^ berafiliasi (nasional.tempo.co)
  25. ^ ISIS (internasional.kompas.com)
  26. ^ Jemaah Islamiyah (JI) (nasional.tempo.co)
  27. ^ terafiliasi (nasional.tempo.co)
  28. ^ praktik suksesi kepemimpinan (theconversation.com)
  29. ^ dibentuk (archives.fbi.gov)
  30. ^ Calon paling potensial (www.securitycouncilreport.org)
  31. ^ Saif Al-Adel (www.fbi.gov)
  32. ^ ISIS (theconversation.com)
  33. ^ Pejabat pemerintah AS menjabarkan (www.nationaldefensemagazine.org)
  34. ^ Strategi Di Atas Cakrawala (Over The Horizon Strategy) (www.ayobandung.com)
  35. ^ dilaporkan melibatkan (apnews.com)
  36. ^ ratusan serangan udara (www.voanews.com)
  37. ^ Rumah persembunyian Al-Zawahiri (apnews.com)
  38. ^ paling dicari oleh AS (www.fbi.gov)
  39. ^ perjanjian Doha (www.state.gov)
  40. ^ diandalkan dan diharapkan (foreignpolicy.com)
  41. ^ ISIS (theconversation.com)
  42. ^ beralih ke ISIS (warontherocks.com)

Authors: Haroro J. Ingram, Senior Research Fellow at the Program on Extremism, George Washington University

Read more https://theconversation.com/siapa-ayman-al-zawahiri-siapa-penggantinya-dan-apa-arti-kematiannya-bagi-al-qaeda-dan-agenda-antiterorisme-as-188165

Magazine

Riset: mengurai 'narsisisme kolektif' kaum muda Muslim Indonesia di media sosial

(Pexels/Keira Burton), CC BYArtikel ini kami terbitkan dalam rangka Hari Remaja Internasional yang jatuh pada tanggal 12 Agustus.Kata ‘narsisisme’ di masa kini ironisnya sering mengalami p...

Mengapa film baru Ms. Marvel penting bagi penonton Muslim

Peserta Muslim dari berbagai latar belakang yang berpartisipasi dalam studi audiens mengatakan bahwa mereka mengidentifikasi diri dengan Kamala Khan, juga dikenal sebagai Ms. Marvel, karena dia terhub...

Riset: masyarakat Indonesia lebih gemar _ngopi_ di kafe lokal walau kafe asing bertebaran

Estetika gerai kopi mendukung konsumen yang ingin bersantai dan lari dari rutinitas.Rizki Subagja/Pexels, CC BY-SAMengkonsumsi kopi sudah menjadi gaya hidup bagi masyarakat di Indonesia. Gaya hidup in...



NewsServices.com

Content & Technology Connecting Global Audiences

More Information - Less Opinion