Asian Spectator


The Times

.

Kenapa orang dewasa tidak bermain seperti anak-anak?

  • Written by Cathy Hope, Associate Professor, Faculty of Arts and Design; Coordinator, Play, Creativity and Wellbeing Project, Centre for Creative and Cultural Research, University of Canberra
Kenapa orang dewasa tidak bermain seperti anak-anak?

Kenapa orang dewasa tidak bermain seperti anak-anak? –Annie, usia 7 tahun dari Canberra, Australia

Hai Annie, ini adalah pertanyaan yang cerdas.

Apa sih yang membuat kamu kepikiran menanyakan hal ini? Apakah kamu memerhatikan hal ini di taman bermain, ketika hanya anak-anak yang tampak bermain – memanjat, berayun, dan meluncur, sementara orang dewasa hanya berkeliaran, mendorong ayunan atau mengirim pesan di ponsel mereka?

Bahkan, kebanyakan orang dewasa tidak bermain di taman bermain, dan itu aneh karena taman bermain sangat menyenangkan.

Bermain itu sangat penting. Kenapa?

Sebagian besar anak-anak adalah ahli dalam bermain. Ini karena bermain adalah salah satu cara terbaik untuk belajar tentang diri kita sendiri dan dunia di sekitar kita.

Bermain[1] membantu kita bergerak lebih baik, berpikir lebih baik, berimajinasi, memecahkan masalah, dan bermain dengan orang lain.

Hal ini membawa kita kembali pada pertanyaan besarmu. Jika bermain sangat baik untuk kita dan sangat menyenangkan, kenapa orang dewasa tidak bermain seperti anak-anak?

Ada banyak jawaban, tapi saya akan memberi tahu dua jawaban yang paling utama.

Orang dewasa punya banyak hal yang harus mereka urus

Pertama, orang dewasa harus membayar banyak hal, seperti makanan, transportasi, dan tempat tinggal. Ini berarti mereka harus pergi bekerja untuk mendapatkan uang. Dan jika mereka memiliki anak, mereka harus merawat anak mereka.

Jadi, kehidupan orang dewasa bisa membuat stres dan sibuk. Padahal, untuk bermain, mereka harus benar-benar merasa ingin bermain[2]. Kalau orang dewasa sedang capek atau punya banyak pikiran, sulit bagi mereka untuk merasa ingin bermain.

Meski begitu, orang dewasa juga perlu bermain juga, dan alasan-alasannya[3] mirip dengan anak-anak. Namun, di luar itu, orang dewasa juga perlu bermain untuk melepas stres dan rasa cemas mereka.

Sebenarnya, orang dewasa juga bermain

Jadi – dan ini adalah jawaban kedua dari pertanyaan kamu yang cemerlang – orang dewasa telah menemukan cara bermain khas orang dewasa. Hal ini membuat mereka bergerak, berpikir dan memecahkan masalah, sekaligus bergaul dengan orang lain.

Setelah mereka tidak bisa lagi main perosotan atau ayunan di taman, orang dewasa mungkin akan melakukan hobi seperti menjahit atau terjun payung. Mereka mungkin juga suka bermain game dengan teman-teman mereka, seperti olahraga atau permainan papan (board game). Mereka bahkan dapat bermain dengan teman-teman mereka secara online lewat komputer atau smartphone.

orang dewasa bermain juga
Orang dewasa juga punya cara mereka sendiri untuk bermain. Shutterstock[4]

Bahkan, orang dewasa sangat suka bermain sampai-sampai mereka mengadakan permainan dan pesta untuk ini. Mereka berdandan dan bermain dengan banyak orang dewasa lainnya. Orang dewasa yang lebih tua pun punya taman bermain mereka sendiri[5].

Jadi, jawaban dari pertanyaan kamu adalah orang dewasa tidak selalu bermain seperti anak-anak karena mereka bisa saja sibuk dan punya banyak hal yang harus mereka lakukan. Namun, mereka sebenarnya juga bermain, meski terkadang dengan cara yang berbeda.

Teruslah bermain dan bertanya, Annie.

Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris

References

  1. ^ Bermain (www.tandfonline.com)
  2. ^ benar-benar merasa ingin bermain (childdevelopment.com.au)
  3. ^ alasan-alasannya (www.helpguide.org)
  4. ^ Shutterstock (www.shutterstock.com)
  5. ^ taman bermain mereka sendiri (www.theguardian.com)

Authors: Cathy Hope, Associate Professor, Faculty of Arts and Design; Coordinator, Play, Creativity and Wellbeing Project, Centre for Creative and Cultural Research, University of Canberra

Read more https://theconversation.com/kenapa-orang-dewasa-tidak-bermain-seperti-anak-anak-207823

Magazine

Common Risks Hidden in Commercial Lease Agreements

Commercial leases are often longer and more complex than tenants expect, and the fine print can carry significant financial and operational consequences over the years that follow. Many business own...

Corporate Secretarial Services in Singapore: Annual Compliance, Key Filings, and Common Mistake

Annual compliance in Singapore should not be treated as a once-a-year administrative event. It is an ongoing governance system that depends on accurate records, timely filings, disciplined approvals...

Why Early Protection of Intellectual Assets is Critical

For many businesses, intellectual assets are among the most valuable things they own, yet they're often the last to receive formal legal protection. A brand name or a proprietary process can represe...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink z-library爱思助手下载telegram下载jojobet girişgrandpashabetgrandpashabet twiter xgamdomtelegram webroyalbet girişcasibomdeneme bonusu veren sitelermadridbetdeneme bonusubetwoonagen bolagrandpashabetgrandpashabetnakitbahisjojobetholiganbetholiganbetjojobet