Asian Spectator

Men's Weekly

.

Tembak mati begal: solusi atau pelanggaran HAM?

  • Written by Muammar Syarif, Podcast Producer
Tembak mati begal: solusi atau pelanggaran HAM?

Kasus begal yang merampas harta benda hingga merenggut nyawa seseorang makin marak di Medan, Sumatera Utara[1]. Hingga Juni 2023, Kepolisian Sumatera Utara berhasil menangkap 140 tersangka kasus kriminal jalanan[2], termasuk begal.

Di tengah situasi seperti ini, Walikota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution meminta pihak kepolisian bertindak tegas terhadap pelaku aksi kekerasan dan pencurian di jalanan yang banyak meresahkan masyarakat Medan.

Dalam sebuah acara yang diadakan oleh Polrestabes Medan dan Polres Belawan belum lama ini[3], Bobby menegaskan pentingnya tindakan tegas dari aparat untuk mengatasi maraknya aksi kekerasan dan begal di jalanan. Menurutnya, langkah tegas seperti penembakan mati terhadap para pelaku bisa saja dilakukan.

Pernyataan Walikota Medan ini menuai kontroversi[4]. Meskipun ada beberapa kelompok yang mendukung, tidak sedikit organisasi masyarakat yang juga mempertanyakan apa yang disampaikan oleh Bobby Nasution.

Apakah penindakan tembak mati begal ini akan efektif mengatasi permasalahan kriminal jalanan?

Dalam episode SuarAkademia kali ini, kami berbincang dengan Ardi Putra Prasetya, Kriminolog dari Universitas Indonesia.

Ardi mengatakan pernyataan Bobby yang mendukung tindakan tembak mati terhadap pelaku kriminal jalanan harus dilihat secara luas. Meskipun tindakan ini bisa menurunkan tingkat kriminalitas di satu daerah, Ardi berpendapat tembak mati pelaku begal ini bertentangan dengan hak asasi manusia (HAM) dan bisa menimbulkan extrajudicial killing[5] (pembunuhan di luar hukum).

Untuk mengatasi permasalahan begal, Ardi berpendapat pihak kepolisian seharusnya melakukan penelitian yang mendalam tentang meningkatnya kejahatan jalanan ini. Dengan riset yang komprehensif, seharusnya polisi bisa menemukan inti permasalahan yang menyebabkan naiknya angka kriminalitas dan bisa mendapatkan langkah yang tepat dalam melindungi masyarakat.

Simak obrolan selengkapnya di SuarAkademia – ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

Authors: Muammar Syarif, Podcast Producer

Read more https://theconversation.com/tembak-mati-begal-solusi-atau-pelanggaran-ham-210473

Magazine

Bea parkir digabung ke pajak STNK: Praktis tapi berisiko merugikan

● Pemerintah sempat mewacanakan pajak STNK digabung dengan biaya parkir setahun.● Tarif yang ditawarkan tergolong murah, mulai dari Rp2 ribu per hari.● Tanpa persiapan yang baik, wac...

Trik ‘marketing’ jitu Denny Caknan meneruskan Didi Kempot memopulerkan musik Jawa

● Stigma musik Jawa yang dulu dikenal “katrok” agaknya sudah berubah.● Ketika legenda musik Jawa Didi Kempot berpulang, banyak yang memprediksi takkan ada regenerasi.● Po...

Menelusuri jejak pesut, mamalia air penjaga wilayah pesisir Riau

Pernah dengar tentang pesut yang dikenal dengan nama ilmiah Orcaella brevirostris?Spesies ini kini menjadi perhatian serius para konservasionis karena sudah berstatus terancam punah, lokasi keberadaan...