Asian Spectator


The Times

.

Sejarah hubungan politik Indonesia-Cina: merespons stigma negatif masyarakat jelang Pemilu 2024

  • Written by Rino Putama, Multimedia Producer, The Conversation Indonesia
Sejarah hubungan politik Indonesia-Cina: merespons stigma negatif masyarakat jelang Pemilu 2024

Kebangkitan Cina dalam ekonomi, politik, dan militer sebagai negara adidaya[1] lamban laun diyakini akan mengubah lanskap geopolitik dunia dan menjadi kekuatan global baru.

Secara umum, keterlibatan Cina di kancah global dalam berbagai aspek mengacu pada central realm theory[2].

Profesor hukum Asia Timur, Jerome Alan Cohen, dalam studinya[3] mendefinisikan central realm theory sebagai keunggulan moral Cina atas perwujudan kebajikan yang layak diterapkan secara universal berdasarkan aspek historis panjang kekaisaran.

Di era kekinian, praktik teori itu tampak diterapkan dengan cukup agresif oleh Presiden Xi Jinping, terutama melalui ekspansi kerja sama ekonomi Belt and Road Initiative (BRI)[4].

Selain memperluas kepentingan ekonomi, inisiatif BRI juga memiliki tujuan filosofis untuk membangkitkan kembali dominasi politik global Cina.

Selama beberapa dekade terakhir, Indonesia telah menjadi salah satu mitra terbaik[5] Cina karena, menurut beberapa pakar, Presiden Joko “Jokowi” Widodo dianggap mampu menyelaraskan dan “menerjemahkan” berbagai kepentingan Xi Jinping.

Read more: Analisis: partai-partai Indonesia ternyata menjalin kerja sama dengan Partai Komunis Cina[6]

Karakteristik Jokowi tampaknya menjadi acuan bagi Cina akan sosok dambaan mereka untuk menjadi presiden Indonesia berikutnya. Tidak heran jika banyak prediksi bahwa Cina akan menunjukkan gelagat intervensi secara bertahap dalam politik tanah air menjelang Pemilu 2024. Intervensi semacam ini mungkin juga akan dilakukan oleh big power lainnya, seperti Amerika Serikat (AS), yang memiliki kepentingan dengan Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Jika hal itu terjadi, kemungkinan besar akan terjadi di internal sejumlah partai politik[7] Indonesia.

Di Indonesia, kehadiran Cina kerap dikaitkan dengan penduduk Indonesia keturunan Cina. Ini kemudian menciptakan sentimen tertentu terhadap hal-hal yang berkaitan dengan Cina.

Secara historis, telah lama terjadi diskriminasi sosial yang dialami oleh penduduk Indonesia keturunan Cina[8]. Ini bersumber dari rasa kecemburuan masyarakat “pribumi” atas kesuksesan dan kekayaan bisnis golongan masyarakat yang dianggap sebagai pendatang.

Sampai akhirnya kemudian pemerintahan Orde Baru pada akhir 1960-an memanfaatkan isu ini secara politis[9] dengan tujuan untuk sepenuhnya menghapuskan pengaruh komunis di Indonesia. Namun demikian, konflik ini belum selesai.

Untuk membahas sejarah hubungan Indonesia-Cina serta bagaimana Cina dianggap mampu memengaruhi politik nasional tanah air, kami berbincang dengan Rangga Aditya Elias, dosen teori hubungan internasional yang juga Kepala Departemen Hubungan Internasional dari BINUS University.

Simak videonya disini:

Tonton video-video seputar sains menarik lainnya hanya di channel YouTube dan TikTok The Conversation Indonesia, jangan lupa ikuti dan berlangganan sekarang juga!

Klik link dibawah ini:

YouTube The Conversation Indonesia[10]

TikTok The Conversation Indonesia[11]

Authors: Rino Putama, Multimedia Producer, The Conversation Indonesia

Read more https://theconversation.com/sejarah-hubungan-politik-indonesia-cina-merespons-stigma-negatif-masyarakat-jelang-pemilu-2024-210896

Magazine

Compressed Air Pipe and Fittings: What Every Australian Industrial Facility Needs to Know

Compressed air is the fourth utility of modern industry, right alongside electricity, gas, and water. Yet despite its critical role in powering everything from pneumatic tools to automated productio...

Common Risks Hidden in Commercial Lease Agreements

Commercial leases are often longer and more complex than tenants expect, and the fine print can carry significant financial and operational consequences over the years that follow. Many business own...

Corporate Secretarial Services in Singapore: Annual Compliance, Key Filings, and Common Mistake

Annual compliance in Singapore should not be treated as a once-a-year administrative event. It is an ongoing governance system that depends on accurate records, timely filings, disciplined approvals...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink z-libraryDizipalStreamEastPadişahbetRoyal reelsjojobetjojobetcasibomhttps://chantilly-montessori-school.vercel.app/esim senegalbetparkbetparktelegram下载zlibrary bookscasino en lignejojobetjojobetnakitbahiscasibomcasibomholiganbetholiganbetgrandpashabetgrandpashabetsuperbetinsuperbetinWPS下载holiganbetmeritkingmatbetholiganbet