Apakah perlu mencukur rambut kemaluan sebelum berhubungan seks?
- Written by Helen Barcham, PhD candidate, Western Sydney University
Apakah perlu mencukur rambut vagina sebelum berhubungan seks? Anonim
Poin-poin penting
- Sekitar 60% remaja putri mencukur rambut kemaluan mereka
- Pornografi tidak mencerminkan keragaman perempuan
- Jika kamu mencukur bulu kemaluanmu, gunakan cermin dan pisau cukur yang bersih
- Mencukur sebelum berhubungan seks adalah pilihan kamu.
Mungkin sulit bagi anak perempuan dan perempuan untuk belajar bagaimana berhubungan dengan tubuh mereka karena hanya ada sedikit sumber daya yang tersedia untuk memandu kita secara tepat. Maka, tidak heran jika kamu mengajukan pertanyaan penting ini!
3. Kemaluan dan pornografi
Budaya populer berpengaruh pada cara kita berpikir tentang tubuh perempuan. Dengan semakin tersedianya pornografi, anak muda semakin melihatnya sebagai representasi “normal” tentang bagaimana orang berhubungan seks. Mungkin kamu pernah melihat film porno sebelumnya dan berpikir, wow, apakah ini yang harus saya lakukan dan seperti apa penampilan saya saat melakukannya?
Ingat, film porno adalah sebuah pertunjukan dan sangat bergaya. Itu tidak mencerminkan dunia kita yang “nyata” dan bukan dunia Photoshop. Sebagai contoh, salah satu dari banyak alasan mengapa film porno cenderung menampilkan perempuan tanpa rambut kemaluan adalah karena hal ini memungkinkan kamera untuk menangkap bidikan grafis.
Read more: 'Are Kegel exercises actually good for you?'[4]
4. Seks, infeksi menular seksual, dan mencukur
Beberapa penelitian[5] menunjukkan bahwa mencukur rambut kemaluan dapat meningkatkan risiko terkena infeksi menular seksual. Salah satu alasannya adalah karena mencukur dapat menyebabkan robekan mikro pada lapisan atas kulit, yang dapat menyebabkan penumpukan dan penularan bakteri. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mendukung klaim ini.
Jika ingin mencukur, gunakan cermin agar kamu dapat melihat apa yang kamu lakukan, dan berhati-hatilah di sekitar bibir luar vulva yang sering terjadi luka. Pastikan pisau cukur kamu bersih dan gunakan air hangat. Sebagai alternatif, kamu bisa memangkas rambut, atau melakukan waxing (meskipun hal ini dapat mempercepat pertumbuhan kembali rambut, tapi juga dapat menimbulkan risiko kesehatan lain seperti infeksi).
Read more: 'Is it normal for girls to masturbate?'[6]
5. Menuntut otonomi tubuh!
Kita dibesarkan untuk menganggap vulva kita sebagai “bagian pribadi” kita, yang murni milik kita sendiri. Dunia di sekitar kita ikut memengaruhi apa yang kita lakukan dan rasakan terhadap tubuh kita. Apa yang kita lakukan dengan rambut kita juga tidak berbeda.
Rambut selalu menjadi tempat intervensi politik: apakah itu militer yang menerapkan disiplin dengan mencukur rambut laki-laki, atau “polisi tubuh” yang mengamanatkan bahwa rambut tubuh kurang dapat diterima oleh perempuan dibandingkan dengan laki-laki[7]. Mendikte apa yang dilakukan seseorang dengan rambutnya sama saja dengan merampas otonomi tubuh mereka.
Salah satu cara untuk menegaskan kendali atas tubuh kita sendiri adalah dengan menyadari bahwa ide dan praktik yang tersedia bagi kita sebagai perempuan dan anak perempuan sering kali sudah menjadi kebiasaan sehingga jarang dipertanyakan.
Mempertimbangkan bagaimana beberapa perempuan muda menegosiasikan kembali feminitas mungkin merupakan awal yang baik. Dari sana, kamu bisa menegosiasikan praktik mana yang paling sesuai dengan nilai dan keyakinanmu, yang mungkin berubah seiring waktu. Dan sebagai jawaban langsung dari pertanyaan kamu, bercukur sebelum berhubungan seks adalah pilihan kamu!
Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.
References
- ^ penelitian (link.springer.com)
- ^ teknologi baru (www.amazon.com)
- ^ seluruh industri yang mengambil untung dari rasa tidak aman kita (newmatilda.com)
- ^ 'Are Kegel exercises actually good for you?' (theconversation.com)
- ^ penelitian (sti.bmj.com)
- ^ 'Is it normal for girls to masturbate?' (theconversation.com)
- ^ kurang dapat diterima oleh perempuan dibandingkan dengan laki-laki (www.foxnews.com)
Authors: Helen Barcham, PhD candidate, Western Sydney University
Read more https://theconversation.com/apakah-perlu-mencukur-rambut-kemaluan-sebelum-berhubungan-seks-212677




