Apa beda sifat Elon Musk dan Bill Gates? Riset baru tunjukkan kepribadian pendiri memengaruhi kesuksesan 'startup'
- Written by Fabian Braesemann, Departmental Research Lecturer in AI & Work, University of Oxford
Dari tingginya kepercayaan diri Elon Musk hingga kemampuan Jeff Bezos untuk membuat keputusan cerdik ketika berada di bawah tekanan[1], beberapa pengusaha paling sukses dikenal karena kepribadiannya yang khas. Namun ciri-ciri ini bukan sekadar catatan menarik dalam kisah mereka: kepercayaan diri dan ketenangan, serta kualitas lain seperti kecintaan terhadap petualangan, dapat berdampak besar pada kesuksesan startup.
Startup biasanya terbilang sukses ketika ia diakuisisi oleh perusahaan lain atau berhasil melantai di bursa (ketika sahamnya bisa diperjualbelikan oleh publik di pasar modal). Umumnya, para investor mengasosiasikan kesuksesan ini dengan faktor sisi pasokan (produk baru), atau permintaan (ketertarikan pasar atau “sektor panas”).
Tentu saja masih banyak elemen lain yang menentukan kesuksesan suatu perusahan rintisan. Misalnya, ada istilah yang dikenal dengan “Goldilocks age”, merujuk pada startup yang berusia kurang dari tujuh tahun memiliki kemungkinan kecil untuk sukses karena belum memiliki cukup waktu untuk berkembang. Atau bagaimana perusahaan rintisan yang berbasis di “titik panas” seperti San Francisco, Berlin atau London lebih mungkin untuk sukses karena memiliki akses yang lebih baik ke sumber daya keuangan dan manusia.
Meski penelitian terbaru kami[2] menunjukkan bahwa elemen-elemen tersebut penting, kami menemukan bahwa kepribadian pendiri adalah faktor yang paling memengaruhi kesuksesan sebuah startup.
AI mengungkap faktor ‘x’: kepribadian pendiri
Tim lintas disiplin kami–berasal dari University of New South Wales, University of Oxford, University of Technology Sydney, dan University of Melbourne–menjalankan misi selama dua tahun untuk membongkar misteri di balik kesuksesan bisnis startup. Kami menyelami data terperinci lebih 21.000 startup global untuk menemukan pola yang bisa memprediksi keberhasilan atau kejatuhan usaha.
Dengan menggunakan algoritme AI, kami mengaplikasikan model “lima faktor[3]”–sebuah teori psikologi yang membagi kepribadian menjadi lima kelompok–untuk menganalisis pandangan para pendiri startup di seluruh dunia. Setelah membandingkan data ribuan pendiri hingga informasi mengenai para pekerjanya, kami menemukan bahwa pengusaha menunjukkan kombinasi sifat kepribadian yang berbeda dibanding kebanyakan orang.
Pengusaha cenderung menyukai variasi dan hal baru. Mereka sering kali memiliki keinginan untuk menjadi pusat perhatian dan kegembiraan. Meskipun sifat-sifat ini mungkin terdengar umum, dalam dunia bisnis hal ini terwujud dalam pengambilan risiko, kemampuan berjejaring, dan luapan energi–unsur penting dalam kesuksesan startup.
Berdasarkan temuan penelitian kami, kami mengidentifikasi enam jenis kepribadian para pendiri: leader (pendiri), accomnplisher (pencapai), operator (operator), developer (pengembang), fighter (pejuang), dan engineer (insinyur). Tiap tipe kepribadian memiliki kombiasi ciri-ciri kepribadian. Misalnya, operator menghargai ketertiban dan pejuang cenderung memiliki kesensitifan emosional.
Tipe-tipe kepribadian pendiri




