Transisi karier semakin ‘random’: Bagaimana caranya supaya kita tetap luwes?
- Written by Siti Aminah, Lecturer at Department of Educational Psychology and Guidance, Faculty of Education and Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta
● Zilenial di Indonesia menghadapi tantangan karier yang kompleks.
● Kemampuan adaptasi sangat penting untuk membantu kita menghadapi perkembangan dunia kerja.
● Kita perlu eksplorasi diri, reskilling, upskilling, membangun relasi, serta mengambil keputusan karier dengan percaya diri.
Pandemi mengubah cara kita dalam melihat dunia kerja[1]. Bukan cuma soal preferensi tempat kerja yang tak perlu di kantor, kondisi kerja dan work-life balance jadi faktor yang diperhatikan[2] orang-orang di seluruh dunia.
Namun, di sisi lain, kita juga berhadapan sama ‘otomatisasi teknologi’ [3]yang menambah maupun menghapus banyak lapangan pekerjaan. Misalnya, penggunaan kecerdasan buatan (AI) memengaruhi banyak industri, mulai dari media hingga transportasi.
Perubahan yang terus terjadi ini menuntut kita untuk lebih luwes, terutama saat memilih karier yang cocok ataupun berpindah karier. Keluwesan ini amat bergantung dengan adaptabilitas karier kita.
Selain itu, kaum muda Indonesia cenderung memiliki banyak pertimbangan sehingga sulit menyesuaikan diri dengan perubahan karier yang dinamis karena dipengaruhi oleh sikap dan pandangan keluarga, komunitas dan/atau keyakinan atau kepercayaan yang dianut. Penelitian menunjukkan bahwa adaptabilitas karier remaja dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat yang komunal dan spiritual[25].
Adaptif menghadapi transisi
Berhadapan dengan berbagai tantangan ini, kita dapat meningkatkan adaptabilitas karier dengan cara:
1. Memiliki orientasi masa depan dan fokus pada tujuan karier[26] Kemampuan untuk memikirkan masa depan dengan menyusun langkah untuk mencapainya berpengaruh pada kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan karier.
2. Melakukan eksplorasi karier dan mengembangkan diri.[27] Kegiatan magang dapat menjadi alternatif untuk mengeksplorasi kemampuan, memberikan keterampilan kerja, dan meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
3. Melakukan reskilling dan upskiliing yang sesuai dengan perubahan. [28] Keterampilan kerja yang dibutuhkan saat ini terus mengalami perkembangan, kita perlu mengembangkan diri dengan mengikuti berbagai pelatihan dan kegiatan pengembangan diri khususnya keterampilan di bidang teknologi[29].
4. Memiliki keyakinan untuk mengambil keputusan-keputusan karier.[30] Perubahan tren pekerjaan, regulasi, dan situasi ekonomi yang tidak terprediksi menuntut generasi muda untuk cepat menentukan langkah. Keterlambatan dalam pengambilan keputusan mengakibatkan hilangnya kesempatan.
5. Meningkatkan kemampuan interpersonal. [31]. kita sebaiknya mampu membangun relasi dari berbagai latar belakang bidang keahlian. Networking dapat membuka kolaborasi dan membuka kesempatan-kesempatan baru dan berdampak pada kesuksesan karier.
Transisi adalah keniscayaan. Kita pasti mengalami perpindahan—setidaknya dari sekolah ke dunia kerja, dari satu jenjang pendidikan ke selanjutnya, dari satu tugas ke tugas yang lain, atau bahkan transisi ekonomi dan situasi lainnya.
Oleh karena itu, beradaptasi dengan perubahan adalah keharusan agar kita mampu menangkap peluang karier dan mengembangkannya.
References
- ^ cara kita dalam melihat dunia kerja (link.springer.com)
- ^ faktor yang diperhatikan (www.atlantis-press.com)
- ^ ‘otomatisasi teknologi’ (www.monroeconsulting.com)
- ^ mengundurkan diri, ingin mencari pekerjaan baru, dan quiet quitting (mundur pelan-pelan) (drive.google.com)
- ^ munculnya berbagai kebutuhan skill baru (www.weforum.org)
- ^ keterampilan berpikir kritis, agile (lincah), melek teknologi atau berpikir kreatif (www.weforum.org)
- ^ menghadapi tugas-tugas pengembangan saat ini dan yang akan datang, transisi pekerjaan, serta trauma pribadi (onlinelibrary.wiley.com)
- ^ daya adaptasi karier yang tinggi akan mampu mengatur diri untuk mencapai tujuan karier (onlinelibrary.wiley.com)
- ^ mengantisipasi perubahan karier yang tidak teprediksi (academic.oup.com)
- ^ meski baru lulus dari sekolah/universitas (journals.sagepub.com)
- ^ strategi pencarian kerja yang lebih efektif, dan kepuasan kerja yang lebih tinggi (www.sciencedirect.com)
- ^ Terdapat empat dimensi utama dalam melihat adaptabilitas karier (www.wiley.com)
- ^ mampu mengeksplorasi karier (www.sciencedirect.com)
- ^ mengatasi kesulitan pengambilan keputusan karier (journals.sagepub.com)
- ^ meningkatkan aspirasi karier (journals.sagepub.com)
- ^ lebih sejahtera secara psikologis (journals.sagepub.com)
- ^ Rasch Analysis (psycnet.apa.org)
- ^ pada 1953 responden (www.sciencedirect.com)
- ^ Rata-rata kemampuan adaptasi karier remaja Indonesia menempati peringkat ke-26 di dunia (www.sciencedirect.com)
- ^ harapan akademis dan karier orangtua tidak hanya memengaruhi keputusan karier kaum muda (onlinelibrary.wiley.com)
- ^ lembaga pendidikan (cjc-rcc.ucalgary.ca)
- ^ pendidik (bmcpublichealth.biomedcentral.com)
- ^ orang tua (www.scopus.com)
- ^ teman sebaya (www.cell.com)
- ^ adaptabilitas karier remaja dipengaruhi oleh karakteristik masyarakat yang komunal dan spiritual (www.tandfonline.com)
- ^ 1. Memiliki orientasi masa depan dan fokus pada tujuan karier (onlinelibrary.wiley.com)
- ^ 2. Melakukan eksplorasi karier dan mengembangkan diri. (onlinelibrary.wiley.com)
- ^ 3. Melakukan reskilling dan upskiliing yang sesuai dengan perubahan. (www.ejbmr.org)
- ^ pelatihan dan kegiatan pengembangan diri khususnya keterampilan di bidang teknologi (ekon.go.id)
- ^ 4. Memiliki keyakinan untuk mengambil keputusan-keputusan karier. (www.sciencedirect.com)
- ^ 5. Meningkatkan kemampuan interpersonal. (www.emerald.com)
Authors: Siti Aminah, Lecturer at Department of Educational Psychology and Guidance, Faculty of Education and Psychology, Universitas Negeri Yogyakarta




