Asian Spectator


The Times

.

Rentan terabaikan, anak perlu dukungan psikologis sejak dini dalam situasi bencana

  • Written by Reneta Kristiani, PhD Candidate in Early Childhood Education Monash University, Psikolog Klinis di Konsultan Psikologi Pelangi dan Kancil, Dosen di Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya Jakarta, Monash University

● Kehilangan barang, rumah, sekolah, dan rutinitas saat bencana dapat memicu rasa takut, tidak berdaya, dan kecemasan pada anak.

● Anak membutuhkan dukungan psikologis awal atau ‘psychological first aid’ (PFA) untuk membantu proses pemulihan.

● Anak bisa diberi kesempatan membantu sesuai kemampuannya agar merasa berdaya dan bermakna.

Bencana banjir dan tanah longsor besar baru saja menerpa saudara-saudara kita di berbagai wilayah di Sumatra. Dalam kondisi darurat bencana, anak-anak adalah salah satu kelompok yang paling rentan dan sering terlupakan[1][2]

Saat terjadi bencana, anak-anak kerap menunjukkan perasaan tidak berdaya[3] dan sulit berkonsentrasi[4] karena telah kehilangan mainan, hewan peliharaan, peralatan belajar, sekolah, bahkan rumah.

Mereka makin mendapat tekanan[5] ketika melihat orang dewasa yang sedih, marah dan kecewa terhadap situasi yang terjadi.

Anak-anak juga menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap keluarga mereka. Studi literatur tahun 2024[6] tentang anak-anak yang mengalami bencana di berbagai negara, seperti Nepal, Amerika Serikat (AS), Meksiko, hingga New Zealand menemukan bahwa anak-anak menunjukkan respons emosi takut, cemas dan khawatir terhadap keamanan keluarga mereka.

Karena itu, anak memerlukan bantuan agar dapat pulih kembali. Salah satu caranya adalah dengan memberikan dukungan psikologis awal atau psychological first aid (PFA).

Read more: Pilu kematian dan kehancuran akibat banjir bandang: Mengapa siklon langka di khatulistiwa dan badai lain melanda selatan Asia[7]

Dukungan psikologis awal untuk anak

Dukungan psikologis awal atau PFA[8] adalah respons yang berlandaskan nilai kemanusiaan dan dukungan terhadap orang yang sedang mengalami penderitaan dan mungkin membutuhkan pertolongan.

PFA penting diterapkan sedini mungkin[9] untuk mempercepat pemulihan psikis anak[10].

PFA dapat membantu pemulihan penyintas, terutama bila[11]: 1) penyintas merasa aman, terhubung dengan orang lain, merasa tenang dan memiliki harapan; 2) memiliki akses dukungan fisik, sosial, dan emosional; 3) memperoleh kembali kontrol diri untuk bangkit dan menolong diri sendiri.

Artinya, PFA bertujuan untuk memulihkan rasa aman, membangun hubungan yang bermakna, serta menguatkan kemampuan individu dalam menghadapi situasi krisis.

Meski begitu, efektivitas metode PFA[12] bisa beragam mulai dari beberapa hari, beberapa minggu, maupun beberapa bulan setelah terjadinya peristiwa krisis. Ini tergantung seberapa parah kondisi psikologis anak.

Semua bisa lakukan PFA

PFA dapat dilakukan di mana saja dan oleh siapa saja yang sudah terlatih dan memahami prinsip-prinsip PFA. Namun, PFA bukanlah konseling profesional.

PFA menawarkan stabilisasi emosional awal dan dukungan praktis. Sementara konseling[13] memfasilitasi pemulihan jangka menengah maupun panjang untuk penanganan masalah yang lebih terarah dan mendalam.

Berbeda dengan PFA, konseling hanya dapat dilakukan oleh tenaga ahli profesional, seperti psikolog, konselor, dan psikiater.

Anak perlu terhubung dengan keluarganya untuk mempercepat pemulihan.
Anak perlu terhubung dengan keluarganya untuk mempercepat pemulihan. Andi Muh Ridwan/shutterstock[14]

Dalam konteks bencana, anak secara insting punya keinginan melindungi orangtua[15] dan anggota keluarga lain yang lebih lemah[16], contohnya adik.

Rasa kepedulian ini membuat anak ingin aktif berkontribusi[17] dalam penanganan bencana, seperti ikut membersihkan rumah maupun sekolah di komunitasnya.

Pemberian kesempatan kepada anak untuk membantu penanganan bencana sesuai kemampuannya, dapat mengembangkan ketangguhan[18], perasaan bermakna dan berdaya, memiliki tujuan serta kontrol atas hidupnya[19].

Cara memberikan dukungan psikologis awal

PFA[20] memiliki tiga prinsip utama yang disebut 3L (look, listen dan link).

1. Look (mengamati)

PFA diawali dengan mengamati keadaan, risiko yang dihadapi, kebutuhan dasar mendesak yang diperlukan, dan reaksi emosional yang dialami penyintas.

Penting untuk memperhatikan kondisi fisik dan bahasa tubuh anak. Pada anak-anak yang masih kecil, kecemasan dan ketakutan itu tampak pada perilakunya.

Mereka bisa terlihat lebih rewel, mudah menangis, gelisah, tidak bisa tidur, tidak mau makan, ataupun yang sebelumnya sudah berhenti mengompol, kini kembali mengompol.

Bila anak masih terguncang, bawalah anak ke tempat yang lebih aman. Usahakan untuk menenangkan anak. Penuhilah kebutuhannya, seperti air minum, makanan, dan selimut.

Bila anak terluka, segera beri pertolongan medis sesuai kebutuhan.

2. Listen (mendengarkan)

Yaitu memberikan perhatian dan mendengarkan secara aktif untuk memahami perasaan penyintas. Untuk anak-anak, alih-alih memberikan nasihat, dengarkanlah keluhan anak.

Kita dapat memberikan berbagai media bermain dan menggambar, seperti kertas gambar, alat gambar, lilin mainan, boneka, miniatur binatang, mobil-mobilan, dan sebagainya.

Perhatikanlah saat anak-anak bermain. Biasanya akan muncul tema-tema permainan yang sesuai dengan kondisi bencana yang sedang dialami[21].

Contohnya pada anak yang baru mengalami bencana banjir cenderung melakukan reka ulang kejadian banjir melalui permainan yang ia mainkan.

Cobalah mengikuti permainan imajinasi tersebut. Jadilah teman bermain anak sehingga kita dapat memahami perasaan dan isi pikiran mereka.

Anak juga cenderung menggambar peristiwa yang ia lihat sehari-hari. Setelah anak selesai menggambar, barulah minta anak menceritakan apa yang ia gambar.

Penting pula untuk menghargai cerita anak. Misalnya anak bercerita tentang perasaan sedihnya karena boneka kesayangannya hilang saat banjir.

Terimalah perasaan tersebut. Jangan menganggapnya sebagai hal yang sepele. Berikanlah anak waktu untuk berduka dan membicarakan kenangan atas orang ataupun barang yang mereka kasihi.

3. Link (menghubungkan)

Menghubungkan kita lakukan melalui pemberian akses informasi yang dibutuhkan penyintas, menghubungkannya dengan orang lain yang dapat membuatnya nyaman, seperti keluarga dan guru, serta merujuknya pada lembaga atau organisasi yang dapat memberikan pertolongan lanjutan.

Berikanlah informasi yang tepat pada anak. Hindari berbohong atau memberikan harapan yang berlebihan. Jangan meninggalkan anak sendirian tanpa perlindungan.

Penting untuk menghubungkan anak dengan anggota keluarga yang lain. Sebab, seringkali dalam situasi bencana, anak terpisah dari keluarganya.

Bila keluarga inti belum ditemukan, kita dapat menghubungkan anak dengan keluarga besarnya, seperti kakek, nenek, paman, tante, dan kerabat lainnya.

Selain itu, hubungkan anak dengan dukungan sosialnya, seperti teman-teman sebaya dan guru. Berikanlah anak keteraturan dan kontrol diri dengan kembali ke rutinitas sehari-hari, seperti bermain, belajar, dan bersekolah di sekolah darurat di tempat pengungsian.

Anak juga bisa berperan sesuai dengan usia dan kemampuannya, seperti membantu membagikan makanan dari dapur umum di tempat pengungsian maupun bergotong royong[22] membersihkan tempat pengungsian.

Dengan begitu, anak-anak akan merasa punya kontribusi dan terbantu untuk pulih kembali. Sebab dalam situasi bencana, anak-anak bukan hanya menjadi penyintas, tetapi juga berperan sebagai agen perubahan yang dapat mendorong proses pemulihan.

Read more: Banjir bandang Sumatra: Kekerasan tak terlihat yang menjadi bom waktu mematikan[23]

References

  1. ^ di berbagai wilayah di Sumatra (www.bbc.com)
  2. ^ terlupakan (ejournal.stih-awanglong.ac.id)
  3. ^ perasaan tidak berdaya (doi.org)
  4. ^ sulit berkonsentrasi (journals.indexcopernicus.com)
  5. ^ mendapat tekanan (doi.org)
  6. ^ Studi literatur tahun 2024 (doi.org)
  7. ^ Pilu kematian dan kehancuran akibat banjir bandang: Mengapa siklon langka di khatulistiwa dan badai lain melanda selatan Asia (theconversation.com)
  8. ^ Dukungan psikologis awal atau PFA (iris.who.int)
  9. ^ sedini mungkin (www.redcross.org.au)
  10. ^ pemulihan psikis anak (www.redcross.org.au)
  11. ^ PFA dapat membantu pemulihan penyintas, terutama bila (iris.who.int)
  12. ^ PFA (iris.who.int)
  13. ^ konseling (doi.org)
  14. ^ Andi Muh Ridwan/shutterstock (www.shutterstock.com)
  15. ^ melindungi orangtua (doi.org)
  16. ^ anggota keluarga lain yang lebih lemah (doi.org)
  17. ^ aktif berkontribusi (doi.org)
  18. ^ ketangguhan (doi.org)
  19. ^ kontrol atas hidupnya (doi.org)
  20. ^ PFA (iris.who.int)
  21. ^ sesuai dengan kondisi bencana yang sedang dialami (journals.lww.com)
  22. ^ bergotong royong (doi.org)
  23. ^ Banjir bandang Sumatra: Kekerasan tak terlihat yang menjadi bom waktu mematikan (theconversation.com)

Authors: Reneta Kristiani, PhD Candidate in Early Childhood Education Monash University, Psikolog Klinis di Konsultan Psikologi Pelangi dan Kancil, Dosen di Fakultas Psikologi UNIKA Atma Jaya Jakarta, Monash University

Read more https://theconversation.com/rentan-terabaikan-anak-perlu-dukungan-psikologis-sejak-dini-dalam-situasi-bencana-271104

Magazine

Corporate Secretarial Services in Singapore: Annual Compliance, Key Filings, and Common Mistake

Annual compliance in Singapore should not be treated as a once-a-year administrative event. It is an ongoing governance system that depends on accurate records, timely filings, disciplined approvals...

Why Early Protection of Intellectual Assets is Critical

For many businesses, intellectual assets are among the most valuable things they own, yet they're often the last to receive formal legal protection. A brand name or a proprietary process can represe...

Konservasi gaya lama tak efektif: Pemulihan Aceh perlu warga dengan ekonomi yang merawat hutan

shutterstock(Manthofana/Shutterstock)● Peminggiran warga dari konservasi hutan Lingga Isaq menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak bencana.● Pertanian monokultur dan tambang emas...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink z-libraryHititbetdeneme bonusu veren sitelerDeneme bonusu veren siteler 2026Deneme bonusu veren siteler 2026Hititbetjojobet giriş爱思助手下载telegram下载jojobet girişgrandpashabetgrandpashabet twiter xbetparktelegram webbetasus girişbets10jojobetcratosroyalbettürk pornograndpashabetjojobettarafbetcasibomholiganbetlunabetmeritkingkavbetholiganbetjojobetjojobetagen bola