Asian Spectator

Times Advertising

Penemuan langka di dunia, riset kami temukan bayi terkecil hiu paus di Teluk Saleh berkat sains warga

  • Written by Edy Setyawan, Lead Conservation Scientist, Elasmobranch Institute Indonesia

● Riset kami berhasil menemukan bayi hiu paus di Teluk Saleh.

● Penemuan ini terjadi berkat kolaborasi nelayan dan ilmuwan (sains warga).

● Teluk Saleh menjadi habitat ideal bagi hiu paus muda karena kondisi perairannya kaya nutrisi.

Pernahkah kamu membayangkan seekor ikan yang ukurannya bisa sebesar bus sekolah? Kira-kira sebesar itulah ukuran hiu paus (Rhincodon typus)[1] dewasa.

Meski badannya berukuran raksasa, spesies ini pandai menyembunyikan dirinya dan juga anak-anaknya.

Selama puluhan tahun, para ilmuwan dari seluruh penjuru Bumi dibuat kebingungan untuk mencari tahu di mana si induk hiu paus ini melahirkan dan di mana anak-anaknya tumbuh berkembang. Belum ada satu tempat pun di dunia yang diketahui sebagai tempat melahirkan (pupping ground) hiu paus sampai sekarang.

Lalu teka-teki global ini perlahan mulai terungkap di perairan Indonesia, tepatnya di Teluk Saleh, Nusa Tenggara Barat.

Riset kami yang terbit di jurnal Diversity[2], berhasil mengonfirmasi penemuan neonatus atau bayi hiu paus berukuran panjang kurang dari 1,5 meter di Teluk Saleh.

Penemuan langka di dunia, riset kami temukan bayi terkecil hiu paus di Teluk Saleh berkat sains warga
Hiu paus, ikan terbesar di dunia, yang menjadikan perairan Indonesia sebagai salah satu habitat pentingnya. Edy Setyawan

Sepanjang catatan sejarah, baru ada 33 kali penampakan kemunculan bayi hiu paus berukuran kurang dari 1,5 meter[3] di dunia. Itulah mengapa penemuan kami ini menjadi sangat langka.

Kejutan dari Teluk Saleh

Terletak di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Teluk Saleh[4] memang sudah lama dikenal sebagai habitat penting bagi populasi hiu paus muda (juvenil) berukuran 3 hingga 7 meter.

Di daerah ini, hiu paus acap berinteraksi dengan bagan, yaitu alat tangkap nelayan tradisional berupa kerangka kayu di atas laut yang dilengkapi dengan lampu terang untuk menangkap ikan-ikan kecil pada malam hari.

Penemuan langka di dunia, riset kami temukan bayi terkecil hiu paus di Teluk Saleh berkat sains warga
Seekor hiu paus di Teluk Saleh yang sedang berinteraksi dengan wisatawan di bagan. Edy Setyawan

Pada Agustus 2024, para nelayan bagan di timur Teluk Saleh melaporkan kepada kami, tim peneliti, ihwal kemunculan hiu paus yang ukurannya sangat kecil, hanya sekitar 1,2–1,5 meter. Biasanya, hiu paus yang muncul di bagan, berukuran 3 hingga 7 meter.

Hiu paus mungil ini dilaporkan terlihat di beberapa bagan pada kesempatan yang berbeda, sedang mencari makan pada malam hari hingga menjelang subuh.

Puncaknya terjadi pada 6 September 2024 pukul 04:38 pagi. Nelayan bagan tak sengaja mendapati seekor bayi hiu paus yang terjebak masuk ke dalam jaring angkat mereka.

Sesuai dengan arahan kami, mereka mengangkat sang bayi hiu paus dan segera memindahkannya ke dalam boks pendingin (styrofoam) berisi air laut.

Setelah beberapa menit direkam dan amati di dalam boks, nelayan melepaskan dengan sangat hati-hati sang bayi dalam keadaan sehat tersebut kembali ke laut.

Penemuan langka di dunia, riset kami temukan bayi terkecil hiu paus di Teluk Saleh berkat sains warga
(A) Seekor bayi hiu paus yang secara tidak sengaja tertangkap di dalam jaring angkat (bagan) dan sementara ditempatkan dalam boks pendingin styrofoam berukuran 120 × 42 cm; (B) Nelayan bagan dengan hati-hati memindahkan bayi hiu paus dari boks pendingin kembali ke dalam air; (C) Bayi hiu paus tersebut teramati berenang bebas di sekitar bagan setelah dilepaskan kembali ke laut. Syakurachman et al 2025[5]

Kami berhasil mengidentifikasi bahwa sang bayi itu berkelamin jantan (terlihat dari organ kelamin jantan atau clasper). Panjang total, dari ujung kepala sampai ujung ekor, diperkirakan sekitar 135–145 cm.

Dari panjangnya dan berdasarkan laju pertumbuhan neonatus yang dipelihara di Taiwan[6], kami memperkirakan bayi hiu paus ini baru berumur sekitar empat bulan.

Ini merupakan penemuan pertama bayi hiu paus di Indonesia dan salah satu yang terkecil yang pernah didokumentasikan dalam keadaan berenang bebas secara global.

Kenapa hiu paus muda suka berada di Teluk Saleh?

Teluk Saleh merupakan perairan semi-tertutup yang memiliki perputaran arus air yang terbatas, tapi sangat kaya akan nutrisi. Lokasi ini mendapatkan banyak asupan organik dari hutan mangrove, padang lamun, dan terumbu karang di sekelilingnya.

Kondisi tersebut menyebabkan teluk ini dipenuhi dengan makanan lezat dan bernutrisi tinggi, seperti ikan pelagis kecil (misalnya teri) dan udang berukuran kecil yang disebut rebon (Acetes intermedius), yang penting bagi pertumbuhan hiu paus muda.

Penemuan langka di dunia, riset kami temukan bayi terkecil hiu paus di Teluk Saleh berkat sains warga Pulau Rakit di bagian selatan Teluk Saleh yang di sekitarnya menjadi habitat penting bagi hiu paus muda. Edy Setyawan

Kelimpahan makanan ini, ditambah dengan geografis perairannya yang membentuk cekungan semi-tertutup, menjadikannya tempat berlindung yang sangat ideal bagi hiu paus muda dari pemangsa.

Dari temuan langka ini, kami menduga Teluk Saleh tidak hanya berperan sebagai tempat pembesaran hiu paus muda, tetapi juga menjadi tempat lahirnya anak-anak hiu paus.

Temuan ini memperkuat posisi Teluk Saleh sebagai habitat penting bagi populasi hiu paus dunia[7] yang saat ini sejalan juga dengan inisiatif pemerintah daerah dan pusat untuk membentuk kawasan konservasi khusus hiu paus pertama di Indonesia[8].

Read more: Mengapa ratusan hiu paus terdampar di Selatan Jawa dalam 13 tahun terakhir? Riset kami temukan jawabannya[9]

Kolaborasi nelayan dan ilmuwan

Satu hal yang paling membanggakan dari riset ini adalah pendekatan sains warga (citizen science) yang kami terapkan. Informasi langka ini sukses kami dapat karena terjalinnya kerja sama yang erat antara masyarakat lokal sebagai nelayan bagan dan kami sebagai ilmuwan.

Sebelum penemuan ini, tim riset sudah melatih dan berkoordinasi dengan para nelayan bagan untuk mengidentifikasi hiu paus dan cara melakukan pelaporan.

Ketika menemui bayi hiu paus, para nelayan ini memotret, merekam video, dan mengirimkan laporan berikut tanggal dan lokasi melalui pesan WhatsApp kepada tim riset.

Penemuan bayi hiu paus di Teluk Saleh ini menjadi kebanggaan ilmiah bagi bangsa Indonesia sekaligus memberi kontribusi luar biasa terhadap pengetahuan dan literatur kelautan global, khususnya tentang spesies ikan raksasa ini.

Penemuan langka di dunia, riset kami temukan bayi terkecil hiu paus di Teluk Saleh berkat sains warga Proses pengambilan foto identifikasi hiu paus sebagai bagian dari riset berlanjutan untuk memantau perkembangan populasi hiu paus dalam jangka panjang. Dalam pemantauan ini, baik wisatawan maupun nelayan bagan bisa berperan penting melalui sains warga. Edy Setyawan

Meski begitu, riset dan pengawasan yang lebih mendalam masih sangat dibutuhkan untuk melihat pola kehadiran mereka dari waktu ke waktu, meneliti bagaimana bayi hiu paus menggunakan Teluk Saleh sebagai habitat penting mereka.

Masyarakat lokal harus terus diberdayakan sebagai penjaga keanekaragaman hayati kita. Begitu pula ekosistem mangrove, lamun, dan ekosistem terumbu karang di sekitar Teluk Saleh harus dilestarikan demi menjaga kelangsungan hidup “raksasa jinak” ini.

Authors: Edy Setyawan, Lead Conservation Scientist, Elasmobranch Institute Indonesia

Read more https://theconversation.com/penemuan-langka-di-dunia-riset-kami-temukan-bayi-terkecil-hiu-paus-di-teluk-saleh-berkat-sains-warga-280593

Magazine

Penemuan langka di dunia, riset kami temukan bayi terkecil hiu paus di Teluk Saleh berkat sains warga

● Riset kami berhasil menemukan bayi hiu paus di Teluk Saleh.● Penemuan ini terjadi berkat kolaborasi nelayan dan ilmuwan (sains warga).● Teluk Saleh menjadi habitat ideal bagi hiu p...

Jangan asal FOMO padel: Tidak semua olahraga cocok buat tubuh kita

● Pilihan olahraga perlu menyesuaikan tipe tubuh.● Cara ini akan memaksimalkan aktivitas fisik dan kurangi risiko cedera.● Tipe tubuh memengaruhi kemampuan fisik membentuk otot dan m...

Bahaya bertanya ke AI: Separuh jawaban kesehatan menyesatkan, meski terdengar meyakinkan

Ilustrasi AI.Who is Danny/Shutterstock.comBayangkan kamu baru saja didiagnosis kanker stadium awal. Sebelum janji temu berikutnya dengan dokter, kamu bertanya ke chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI...