Mengapa sebagian kita menyukai AI tapi sebagian lain justru membencinya? Ini soal bagaimana otak mencerna risiko dan kepercayaan
- Written by Paul Jones, Associate Dean for Education and Student Experience at Aston Business School, Aston University
KundraMulai dari email buatan ChatGPT, rekomendasi acara televisi, hingga diagnosa penyakit, kehadiran mesin pintar dalam kehidupan kita sehari-hari sudah bukan lagi kisah fiksi ilmiah.
Namun di balik kecepatan, akurasi, dan optimasi akal imitasi (AI), tetap saja ada rasa ketidaknyamanan yang sulit diabaikan.
Sebagian orang suka menggunakan...




