Asian Spectator

Men's Weekly

.

Blockchain, NFT, dan Metaverse: euforia berlebihan atau budaya digital baru?

  • Written by Luthfi T. Dzulfikar, Editor Pendidikan + Anak Muda
Blockchain, NFT, dan Metaverse: euforia berlebihan atau budaya digital baru?

Memasuki tahun 2022, masyarakat Indonesia diterpa beragam istilah teknologi anyar, dari “Non-Fungible Token[1]” (NFT) hingga “Metaverse[2]”.

Beberapa pekan lalu, misalnya, seorang mahasiswa untung total lebih dari Rp 1 miliar[3] berkat koleksi selfie (swafoto) yang ia jual di pasar produk NFT terbesar, yakni OpenSea.

NFT adalah token kepemilikan digital[4] berbasis teknologi blockchain (sistem pencatatan data yang menjadi fondasi mata uang kripto) yang bersifat unik dan tiada duanya sehingga ideal untuk memperjualbelikan karya seni digital.

Di lain kesempatan, Presiden Joko Widodo juga sempat menyatakan di acara Nahdlatul Ulama (NU) bahwa suatu saat para santri dapat mengaji di Metaverse[5] – suatu dunia virtual serupa dengan yang digambarkan di film Ready Player One[6] (2018) arahan Steven Spielberg.

Tapi apakah berbagai perkembangan teknologi tersebut hanya sebatas euforia berlebihan dari masyarakat, atau justru akan menjadi budaya digital baru masa depan?

Untuk membongkarnya, pada episode podcast SuarAkademia kali ini[7], kami berbincang dengan Wisnu Uriawan, peneliti teknologi blockchain di Universite de Lyon, Prancis.

Wisnu membedah dan mengilustrasikan apa sebenarnya yang dimaksud dengan NFT, blockchain, higga metaverse. Ia juga menceritakan beragam potensi aplikasinya di masa depan, namun juga berbagai hambatan atas adopsinya oleh masyarakat luas.

Dengarkan lengkapnya hanya di SuarAkademia[8] – ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

References

  1. ^ Non-Fungible Token (theconversation.com)
  2. ^ Metaverse (theconversation.com)
  3. ^ lebih dari Rp 1 miliar (katadata.co.id)
  4. ^ token kepemilikan digital (www.theverge.com)
  5. ^ para santri dapat mengaji di Metaverse (www.cnnindonesia.com)
  6. ^ Ready Player One (www.imdb.com)
  7. ^ episode podcast SuarAkademia kali ini (open.spotify.com)
  8. ^ SuarAkademia (open.spotify.com)

Authors: Luthfi T. Dzulfikar, Editor Pendidikan + Anak Muda

Read more https://theconversation.com/blockchain-nft-dan-metaverse-euforia-berlebihan-atau-budaya-digital-baru-175933

Magazine

Cracking the code: How a “prediction machine” is resurrecting the Singapore Stone

Singapore Stonewikipedia.org, CC BYSeveral years ago, my linguistic research team and I began developing a computational tool we call ‘Read-y Grammarian’. Our goal was to reconstruct the h...

Transisi energi berkeadilan: benar nyata atau hanya jargon semata?

TomFisk?Pexels, CC BYDunia memang sedang bergerak menuju energi yang lebih hijau demi kelestarian Bumi. Namun di lain sisi, ada jutaan pekerja yang menggantungkan hidup dari industri ekstraktif, seper...

Gaya maskulin pemerintah memulihkan bencana Sumatra: Hanya mau mengatur, tapi enggan menafkahi dan melindungi

Presiden Prabowo Subianto saat meninjau posko pengungsi di MAN 1 Langkat, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, pada 13 Desember 2025.Kris/Biro Pers Sekretariat Presiden● Dalam penanganan bencana, n...