Asian Spectator

Men's Weekly

.

Ancaman resesi 2023: Bagaimana dengan ekonomi Indonesia?

  • Written by Muammar Syarif, Podcast Producer
Ancaman resesi 2023: Bagaimana dengan ekonomi Indonesia?

Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan pada tahun 2023 resesi ekonomi bisa dialami oleh banyak negara. Resesi umumnya ditandai dengan menurunnya pendapatan domestik bruto (PDB), meningkatnya pengangguran, dan pertumbuhan ekonomi menunjukkan tren negatif selama dua kuartal berturut-turut.

Isu mengenai resesi ini semakin ramai menjadi pembicaraan masyarakat Indonesia setelah munculnya sebuah video yang diunggah oleh seorang content creator di Youtube[1]. Dalam video ini, content creator tersebut mengatakan tahun 2023 akan menjadi tahun yang menyeramkan.

Apa saja pemicu yang menyebabkan munculnya isu resesi global ini? Apakah perekonomian Indonesia akan cukup kuat menghadapi tekanan global?

Read more: Pakar Menjawab: 4 dampak resesi global yang akan dirasakan masyarakat dan bagaimana menghadapinya[2]

Dalam episode SuarAkademia terbaru, kami berbincang dengan Teuku Riefky, peneliti dari Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Menurut Riefky, pemicu yang menyebabkan munculnya isu resesi global ini adalah inflasi yang terjadi hampir di seluruh dunia yang tidak diimbangi dengan naiknya tingkat ekonomi dan daya beli masyarakat. Situasi ini diperparah dengan adanya konflik Rusia - Ukraina yang membuat harga energi semakin tinggi dan mendongkrak inflasi.

Riefky juga mengatakan kondisi perekonomian Indonesia sebenarnya cukup baik, meski pun masih harus waspada dengan tekanan global yang semakin besar. Masyarakat diharapkan untuk tidak panik secara berlebihan menanggapi isu resesi ini dan tetap berhati-hati di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.

Simak episode lengkapnya hanya di SuarAkademia – ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

Authors: Muammar Syarif, Podcast Producer

Read more https://theconversation.com/ancaman-resesi-2023-bagaimana-dengan-ekonomi-indonesia-192940

Magazine

Kebijakan WFH hemat energi: Hanya untuk kaum mampu tanpa keberpihakan kepada pekerja informal

● Pemerintah memastikan rencana WFH bagi ASN dan swasta akan berjalan dalam waktu dekat.● Sayangnya ini hanya kebijakan jangka pendek penghematan neraca konsumsi BBM semata.● Pemerin...

Ratusan ribu artikel ilmiah terbit tiap tahun: Bagaimana menjaga kualitas di tengah lonjakan publikasi?

stoatphoto/shutterstock● Jumlah publikasi ilmiah di Indonesia bertumbuh sangat pesat.● Lonjakan jumlah artikel jurnal berisiko menurunkan kualitas penelaahan dan memicu praktik produksi na...

Transisi energi harus adil, tapi apa makna keadilan bagi masyarakat Indonesia?

● Transisi energi harus berkeadilan, tidak boleh ada kelompok mana pun yang dirugikan.● Kita semua perlu memahami makna ‘adil’ dalam perspektif publik untuk bisa mewujudkan tra...