Asian Spectator

Times Advertising

Erupsi gunung Merapi : apa yang perlu masyarakat ketahui?

  • Written by Muammar Syarif, Podcast Producer
Erupsi gunung Merapi : apa yang perlu masyarakat ketahui?

Gunung Merapi melepaskan awan panas pada tanggal 11 Maret 2023 kemarin. Erupsi kali ini diwarnai dengan longsoran kubah lava yang memicu kenaikan status siaga dari level II (waspada) ke level III (siaga)[1].

Menurut laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)[2], erupsi dimulai pukul 09.16 WIB dan berlangsung kurang lebih setengah jam. Material vulkanik mencapai ketinggian sekitar 3.000 meter di atas puncak gunung.

Erupsi juga disertai gempa vulkanik dengan amplitudo maksimum 75 mm dan durasi sekitar 283 detik. Gempa ini dianggap cukup kuat dan dapat memicu keruntuhan kubah lava di sekitar puncak gunung.

Bagaimana penjelasan ahli gunung api mengenai erupsi Merapi kemarin?

Dalam episode SuarAkademia terbaru, kami berbincang dengan Mirzam Abdurrahman, vulkanolog dari Institut Teknologi Bandung.

Mirzam mengatakan erupsi Merapi pada 11 Maret 2023 adalah tipe letusan magmatik[3]. Erupsi disebabkan produksi magma baru yang menerobos ke permukaan bumi. Menurut dia, ini adalah siklus yang wajar dari gunung berapi yang aktif.

Merespon kekhawatiran tentang erupsi susulan yang lebih besar, Mirzam mengatakan masyarakat tetap harus waspada meskipun intensitas kegempaan dan luncuran awan panas cenderung menurun. Erupsi susulan masih mungkin terjadi sehingga dia meminta warga tetap berhati-hati sampai PVMBG menyatakan status Merapi aman .

Simak episode selengkapnya di SuarAkademia - ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

Authors: Muammar Syarif, Podcast Producer

Read more https://theconversation.com/erupsi-gunung-merapi-apa-yang-perlu-masyarakat-ketahui-201901

Magazine

Jejak pengetahuan astronomi Nusantara sejak lebih dari 1000 tahun lalu: Dari candi hingga prasasti kuno

● Astronomi Indonesia telah berkembang sejak abad ke-7 dan ke-8 Masehi, jauh sebelum Observatorium Bosscha berdiri pada 1920.● Pendekatan astro-arkeologi mengungkap bahwa orientasi candi e...

Negara berutang pada pemulung atasi persoalan sampah, sudah saatnya membayar jasa lingkungan mereka

● Pemulung berkontribusi besar mengurangi sampah, terutama dari rumah tangga yang merupakan sumber terbesar.● Meski berjasa, pemulung kerap mendapat stigma negatif dari masyarakat. Negara ...

Algorithms don’t care: how AI worsens the double burden for Indonesia’s female gig workers

Artificial intelligence is often celebrated as the future of work. It is efficient, innovative and neutral. Yet, for many women in Indonesia’s gig economy, AI feels like a source of mounting pre...