Asian Spectator

Times Advertising

Dapatkah otak kita merasakan gelombang elektromagnetik?

  • Written by Damian Cruse, Associate Professor in the School of Psychology, University of Birmingham
Dapatkah otak kita merasakan gelombang elektromagnetik?

Bisakah otak kita merasakan gelombang elektromagnetik? – Taye, usia 10 tahun, London

Gelombang elektromagnetik[1] adalah paket energi yang merambat di sekeliling kita. Sebagian dari gelombang ini memiliki banyak energi, dan sebagian lagi lebih sedikit.

Kita menyebut gelombang elektromagnetik dengan energi terendah sebagai gelombang radio[2]. Ada kemungkinan besar gelombang radio sedang bergerak di sekitar kamu saat ini, memancar dari router wifi, laptop dan ponsel.

Gelombang elektromagnetik yang paling kuat adalah sinar gamma[3], meskipun kamu tidak akan pernah merasakannya di dekatmu kecuali jika kamu menghabiskan waktu di sekitar bintang yang meledak atau bagian dalam reaktor nuklir.

Dan ada beberapa gelombang elektromagnetik yang dapat kita lihat. Ini adalah cahaya tampak[4] - cahaya yang dapat kita lihat di sekeliling kita.

Diagram of the electromagnetic spectrum
Spektrum elektromagnetik, dari gelombang radio berenergi rendah hingga sinar gamma berenergi tinggi. VectorMine/Shutterstock[5]

Sebagian besar gelombang elektromagnetik di sekitar kita berlalu begitu saja tanpa kita sadari, tapi beberapa di antaranya dirasakan oleh otak kita dan membentuk bagian yang sangat penting dalam pengalaman kita sehari-hari di dunia.

Otak - dan tubuh

Namun, otak kamu tidak dapat mendeteksinya sendiri. Sebaliknya, otak harus memahami informasi tentang gelombang elektromagnetik yang telah dideteksi oleh bagian lain dari tubuh.

Sebagian besar otak manusia didedikasikan untuk memahami jenis gelombang elektromagnetik yang kita sebut sebagai “cahaya tampak”. Jenis gelombang elektromagnetik ini memantul dari objek dan masuk ke mata kita.

Di bagian belakang mata manusia[6] terdapat jutaan sel kecil yang menghasilkan sinyal listrik ketika terkena gelombang elektromagnetik dengan jumlah energi tertentu. Beberapa sel ini dirancang untuk mendeteksi sejumlah energi yang kita sebut sebagai warna “merah”. Sebagian lagi dikhususkan untuk jumlah energi lain yang kita sebut sebagai warna “hijau”, atau warna lain yang kita sebut sebagai warna “biru”.

Child looking at butterflies
Cahaya tampak adalah sejenis gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi oleh sel-sel di mata kita - dan merupakan cara kita melihat dunia di sekeliling kita. Yuliya Evstratenko/Shutterstock[7]

Mata kemudian mengirimkan sinyal listrik ke otak Anda untuk menggambarkan jenis gelombang elektromagnetik yang terdeteksi - apa warna cahaya dan dari mana asalnya. Akhirnya, melalui rangkaian sinyal listrik yang sangat rumit, orang yang dapat melihat memiliki pengalaman “melihat”.

Fakta bahwa mata manusia dapat mendeteksi cahaya tampak tapi tidak dapat mendeteksi jenis gelombang elektromagnetik lainnya adalah cara mata manusia berevolusi. Mata hewan lain berevolusi secara berbeda. Sebagai contoh, kupu-kupu dapat melihat gelombang elektromagnetik energi yang sedikit lebih tinggi[8] yang tidak dapat dideteksi oleh mata kita, tapi kita sebut sebagai ultraviolet[9].

Beberapa bunga memantulkan banyak gelombang ultraviolet[10], yang memudahkan kupu-kupu menemukannya sebagai makanan.

Gelombang tak terlihat

Jenis gelombang elektromagnetik lain yang secara tidak langsung dirasakan oleh otak kita disebut inframerah[11]. Kita dapat merasakannya sebagai panas.

Ketika berdiri di dekat api unggun, kulit mendeteksi gelombang elektromagnetik inframerah dari api unggun. Kemudian mengirimkan sinyal listrik ke otak untuk memberi tahu bahwa ada sesuatu yang panas di dekatnya. Otak tidak dapat mendeteksi gelombang ini dengan sendirinya.

Namun tubuh manusia tidak memiliki cara untuk mendeteksi gelombang radio[12], jadi otak kita sama sekali tidak menyadari gelombang tersebut saat melintas di sekitar kita. Namun kita dapat menggunakan teknologi - seperti radio, atau wifi - untuk mengubah energi listrik dalam gelombang radio menjadi sesuatu yang dapat kita deteksi, seperti musik yang diputar di stasiun radio.

Kita juga menggunakan teknologi untuk mendeteksi sinar-x[13], jenis gelombang elektromagnetik lainnya. Sinar-X digunakan di rumah sakit untuk melihat bagian dalam tubuh - misalnya, untuk melihat apakah ada tulang yang patah. Jika kita melakukan rontgen, dokter spesialis di rumah sakit akan mengirimkan sinar-x ke seluruh tubuh kita[14], dan mesin dapat mengetahui seberapa mudahnya sinar-x tersebut menjalar ke berbagai bagian tubuh kita. Area yang lebih sulit dilalui sinar-X, seperti tulang, akan tampak berwarna putih.

Meskipun otak kita sangat pintar, otak kita tidak akan tahu apa-apa tanpa informasi yang diterima dari seluruh tubuh kita. Kamu dan semua pengalamanmu berasal dari tubuhmu, organ-organ tubuhmu, dan inderamu yang mendeteksi dunia di sekitarmu, dan mengirimkan informasi tersebut ke otakmu.

Setelah itu, serangkaian sinyal listrik kecil yang sangat rumit akan muncul dan kamu akan memiliki pengalaman sadar sebagai dirimu sendiri, di dalam tubuhmu, dan di dunia yang secara harfiah penuh dengan gelombang elektromagnetik.

Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa Inggris.

References

  1. ^ Gelombang elektromagnetik (www.bbc.co.uk)
  2. ^ gelombang radio (science.nasa.gov)
  3. ^ sinar gamma (science.nasa.gov)
  4. ^ cahaya tampak (science.nasa.gov)
  5. ^ VectorMine/Shutterstock (www.shutterstock.com)
  6. ^ mata manusia (www.nei.nih.gov)
  7. ^ Yuliya Evstratenko/Shutterstock (www.shutterstock.com)
  8. ^ energi yang sedikit lebih tinggi (doi.org)
  9. ^ ultraviolet (science.nasa.gov)
  10. ^ gelombang ultraviolet (theconversation.com)
  11. ^ inframerah (science.nasa.gov)
  12. ^ mendeteksi gelombang radio (illumin.usc.edu)
  13. ^ sinar-x (science.nasa.gov)
  14. ^ sinar-x ke seluruh tubuh kita (www.nhs.uk)

Authors: Damian Cruse, Associate Professor in the School of Psychology, University of Birmingham

Read more https://theconversation.com/dapatkah-otak-kita-merasakan-gelombang-elektromagnetik-213332

Magazine

Negara vs media: Bagaimana pemerintah menyabotase kerja pers demi mengendalikan informasi

Para jurnalis menggelar demonstrasi dan aksi teatrikal menentang rancangan undang-undang pembungkaman pers pada 28 Mei 2024 di Tangerang.Wulandari Wulandari/Shutterstock● Pemerintah tengah melan...

Ada derita para komuter perempuan yang lebih mendesak dari sekadar letak gerbong

● Para komuter perempuan memiliki banyak permasalahan yang jarang terlihat.● Tak sedikit komuter perempuan harus berhenti bekerja demi menjalankan peran gandanya.● Selain kebijakan p...

Mengenal sabuk hujan tropis: Urat nadi kehidupan yang mengatur irama musim Indonesia

Klimatologi curah hujan periode Agustus menggunakan TRMM satelit (1998-2010).CC BY-ND● Sabuk hujan tropis atau ITCZ adalah sabuk awan tebal dan hujan lebat di wilayah khatulistiwa.● Perger...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink testjetbahisslot gacortaraftarium24tipobetjetbahisroyalbet girişonwininterbahisiptv satın aliptv satın aliptv satın alcasibomz-librarygalabettaraftarium24padişahbetgalabet girişbetzulabetmarinotlcasino girişagb99jojobetjojobet