Asian Spectator

Times Advertising

Cek Fakta: betulkah klaim Ganjar bahwa pemilik sepertiga kekayaan Indonesia mendukung dinasti politik?

  • Written by Anggi M. Lubis, Business + Economy Editor
Cek Fakta: betulkah klaim Ganjar bahwa pemilik sepertiga kekayaan Indonesia mendukung dinasti politik?

“Kita mesti melawan politik dinasti yang didukung oleh mereka yang statement-nya sangat terbuka menguasai sepertiga kekayaan Indonesia. Rakyat sungguh terluka dengan statement itu.”

– Ganjar Pranowo, calon presiden nomor urut 3, dalam Debat Pilpres Kelima Pilpres 2024 di Balai Sidang Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Minggu, 4 Februari 2024.

Ganjar menyampaikan pandangannya saat debat kelima Pilpres 2024 di JCC, Minggu, 4 Februari 2024. Debat kali ini bertemakan kesejahteraan sosial, kebudayaan, pendidikan, teknologi informasi, kesehatan, ketenagakerjaan, sumber daya manusia, dan inklusi. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww

Ganjar menyebutkan bahwa orang-orang yang menguasai sepertiga kekayaan di Indonesia mendukung politik dinasti. The Conversation Indonesia menghubungi Alexander Michael Tjahjadi, peneliti dari Think Policy untuk menganalisis pernyataan Ganjar tersebut.

Analisis

Ketimpangan bisa diukur dengan menggunakan data income atau pendapatan dan wealth atau kekayaan. Data kekayaan bisa memberikan analisis yang lebih valid karena terdapat faktor-faktor lain yang mungkin belum diperhitungkan dalam pendapatan seperti kepemilikan aset dan properti[1].

Riset Sulistyaningrum dan Tjahjadi[2] pada 2022 menunjukkan bahwa ketimpangan dari kue pendapatan nasional untuk 10% terkaya mencapai 37,4%. Berarti, lebih dari 1/3 dikuasai oleh 10% orang terkaya di Indonesia

Sementara, data dari World Income Database[3] 2021 menunjukkan bahwa 1% orang terkaya di Indonesia menguasai 18,3% pendapatan dan 29,4% kekayaan penduduk.

Tak hanya itu, Global Wealth Report dari Credit Suisse[4] 2022 melaporkan bahwa 1% orang terkaya menguasai hampir 37,6% dari total kekayaan di Indonesia.

Hasil analisis

Klaim Ganjar tidak bisa diverifikasi kebenarannya. Tidak bisa digeneralisasi 1% orang terkaya di Indonesia semuanya mendukung politik dinasti.

Namun, secara nominal dan tanpa embel-embel dukungan politik, kurang lebih 1% orang terkaya di Indonesia memang menguasai kekayaan di rentang 30 persenan.

Artikel ini merupakan hasil kolaborasi program Panel Ahli Cek Fakta The Conversation Indonesia bersama Kompas.com dan Tempo.co, didukung oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

References

  1. ^ kepemilikan aset dan properti (www.pewresearch.org)
  2. ^ Riset Sulistyaningrum dan Tjahjadi (journal.ugm.ac.id)
  3. ^ World Income Database (wir2022.wid.world)
  4. ^ Global Wealth Report dari Credit Suisse (www.credit-suisse.com)

Authors: Anggi M. Lubis, Business + Economy Editor

Read more https://theconversation.com/cek-fakta-betulkah-klaim-ganjar-bahwa-pemilik-sepertiga-kekayaan-indonesia-mendukung-dinasti-politik-222868

Magazine

Riset: Orang individualis justru punya kecenderungan lebih besar ikut aksi kolektif

Aksi demo mahasiswa di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, pada 11 Maret 2025. Wulandari Wulandari/Shutterstock● Riset menunjukkan bahwa orang individualis lebih aktif ikut aksi kolektif.● Ambis...

Koruptor tak cukup hanya dipenjara, uang rakyat harus dikembalikan

Ilustrasi uang kotor dan borgol yang mencerminkan korupsi di Indonesia.Maxim Vasiliev/Shutterstock● Hukum di Indonesia lebih fokus ke memenjarakan koruptor, padahal pengembalian uang negara juga...

Gen Z ketika ditanya soal ibadah haji: Minat tapi enggan

● Ibadah haji ke Arab Saudi menjadi salah satu impian besar setiap muslim.● Minat tersebut tak lekang waktu yang turut dirasakan oleh para Gen Z.● Tapi mereka juga enggan berangkat H...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink testjetbahisslot gacortaraftarium24tipobetjetbahisonwininterbahisivermectin tabletiptv satın aliptv satın alcasibomz-librarygalabettaraftarium24padişahbetgalabet girişMeritking girişsavoycasinosavoycasinosavoycasinosavoycasinosavoycasinoagb99holiganbetholiganbetholiganbetjojobetsahabetjojobet