Dipimpin 3 akademisi, bagaimana arah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi di era Prabowo?
- Written by Berry Juliandi, Dean, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, IPB University
Prabowo-Gibran yang pencalonannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden memantik kontroversi telah bekerja mulai 20 Oktober 2024.
Untuk mengawal pemerintahan mereka, kami menerbitkan edisi khusus #PantauPrabowo[1] yang memuat isu-isu penting hasil pemetaan kami bersama TCID Author Network. Edisi ini turut mengevaluasi 10 tahun pemerintahan Joko Widodo, sekaligus menjadi bekal Prabowo-Gibran menjalankan tugasnya.
Pemerintahan baru di bawah pimpinan Presiden RI Prabowo Subianto memulai langkah awal dalam membangun pendidikan tinggi serta pengembangan ekosistem sains dan teknologi di Indonesia dengan membentuk kementerian baru[2] yang bernama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek).
Pada 21 Oktober 2024, Prabowo melantik Satryo Soemantri Brodjonegoro[3] sebagai Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, didampingi dua wakil menteri[4], Stella Christie dan Fauzan.
Kemendiktisaintek adalah salah satu dari tiga kementerian baru hasil pengembangan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi[5] pada kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo periode 2019-2024. Dua kementerian baru lainnya adalah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Kebudayaan.



