Sains di balik gerakan salat: Benarkah bisa bikin fisik dan mental lebih sehat?
- Written by Rino Putama, Multimedia Producer, The Conversation
Salat lebih dari sekadar ibadah wajib bagi umat Muslim. Jika dilakukan dengan koordinasi tubuh dan pikiran yang selaras, gerakan salat dapat diadaptasi sebagai bentuk latihan baru yang berpotensi mendukung kesehatan fisik dan mental.
Sejumlah studi literatur[1] mengungkapkan bahwa manfaat fisik dan fisiologis salat berasal dari gerakannya yang melibatkan hampir seluruh otot dan sendi.
Manfaat gerakan salat disebut-sebut dapat membantu mengurangi risiko berbagai penyakit pada pembuluh darah-jantung (kardiovaskular), saraf, hingga metabolisme.
Read more: Apakah orang religius lebih bahagia ketimbang orang tidak religius?[3]
Dengan kondisi nyaman dan khusyuk, salat diduga dapat memberikan efek menenangkan[4].
Dalam edisi terbaru Ask the Expert[5], kami mencoba memahami lebih jauh bagaimana gerakan salat dalam memberikan manfaat fisik dan mental.
Kami berbincang dengan Agus Rusdiana, Dosen Ilmu Keolahragaan, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia[6].
Agus mengatakan bahwa gerakan salat (mulai dari berdiri, ruku, duduk di antara dua sujud, hingga bersujud) dapat melancarkan peredaran darah dan melatih fleksibilitas sendi.
Selain itu, manfaat gerakan salat juga bisa melatih pergerakan ruas tulang belakang.
“Gerakannya baik untuk terapi pasien yang punya masalah saraf terjepit, termasuk untuk menyempurnakan postur tubuh agar lebih tegap,” ujarnya.
Agus menambahkan, posisi sujud dalam salat dapat meningkatkan asupan oksigen ke otak sehingga membantu kita menjadi lebih fokus dan relaks.
Tonton video lengkapnya di sini:
Sains di balik gerakan salat.Tonton video-video seputar sains menarik lainnya hanya di channel YouTube dan TikTok The Conversation Indonesia, jangan lupa ikuti dan berlangganan sekarang juga!
Klik di sini:
References
- ^ Sejumlah studi literatur (www.ijhsr.org)
- ^ Pixabay/Fuzz (pixabay.com)
- ^ Apakah orang religius lebih bahagia ketimbang orang tidak religius? (theconversation.com)
- ^ memberikan efek menenangkan (www.tandfonline.com)
- ^ Ask the Expert (theconversation.com)
- ^ Agus Rusdiana, Dosen Ilmu Keolahragaan, Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan, Universitas Pendidikan Indonesia (birosdm.upi.edu)
- ^ YouTube The Conversation Indonesia (www.youtube.com)
- ^ TikTok The Conversation Indonesia (www.tiktok.com)
Authors: Rino Putama, Multimedia Producer, The Conversation




