Asian Spectator

Times Advertising

Sedotan ramah lingkungan mengandung bahan kimia yang berpotensi berbahaya, ancaman bagi manusia dan satwa liar

  • Written by Ovokeroye Abafe, Marie Curie Individual Fellow, University of Birmingham
Sedotan ramah lingkungan mengandung bahan kimia yang berpotensi berbahaya, ancaman bagi manusia dan satwa liarKonsentrasi PFAS ditemukan di hampir semua kertas dan sedotan bambu yang diuji. (Sia Footage/Shutterstock)

Sedotan yang terbuat dari kertas dan bambu sering dipromosikan sebagai produk ramah lingkungan dibandingkan sedotan plastik. Namun, studi terbaru menemukan bahwa sedotan yang semestinya berkelanjutan ini mengandung bahan kimia yang berpotensi...

Magazine

Jejak pengetahuan astronomi Nusantara sejak lebih dari 1000 tahun lalu: Dari candi hingga prasasti kuno

● Astronomi Indonesia telah berkembang sejak abad ke-7 dan ke-8 Masehi, jauh sebelum Observatorium Bosscha berdiri pada 1920.● Pendekatan astro-arkeologi mengungkap bahwa orientasi candi e...

Negara berutang pada pemulung atasi persoalan sampah, sudah saatnya membayar jasa lingkungan mereka

● Pemulung berkontribusi besar mengurangi sampah, terutama dari rumah tangga yang merupakan sumber terbesar.● Meski berjasa, pemulung kerap mendapat stigma negatif dari masyarakat. Negara ...

Algorithms don’t care: how AI worsens the double burden for Indonesia’s female gig workers

Artificial intelligence is often celebrated as the future of work. It is efficient, innovative and neutral. Yet, for many women in Indonesia’s gig economy, AI feels like a source of mounting pre...