Asian Spectator

Times Advertising

Bagaimana neoliberalisme dan Islamisme berkaitan dengan kerentanan dan solidaritas pekerja 'gig'

  • Written by Diatyka Widya Permata Yasih, Lecturer, Department of Sociology, Universitas Indonesia
Bagaimana neoliberalisme dan Islamisme berkaitan dengan kerentanan dan solidaritas pekerja 'gig'valentrus97/shutterstock

Transformasi global dan masifnya penggunaan internet melahirkan fenomena ekonomi gig dan menyuburkan pertumbuhan pekerja prekariat–mereka yang bekerja tanpa atau dengan kontrak fleksibel, dalam kondisi ketidakpastian, dan kerap dikaitkan dengan upah rendah dan minimnya perlindungan. Artikel ini merupakan bagian dari...

Magazine

Jejak pengetahuan astronomi Nusantara sejak lebih dari 1000 tahun lalu: Dari candi hingga prasasti kuno

● Astronomi Indonesia telah berkembang sejak abad ke-7 dan ke-8 Masehi, jauh sebelum Observatorium Bosscha berdiri pada 1920.● Pendekatan astro-arkeologi mengungkap bahwa orientasi candi e...

Negara berutang pada pemulung atasi persoalan sampah, sudah saatnya membayar jasa lingkungan mereka

● Pemulung berkontribusi besar mengurangi sampah, terutama dari rumah tangga yang merupakan sumber terbesar.● Meski berjasa, pemulung kerap mendapat stigma negatif dari masyarakat. Negara ...

Algorithms don’t care: how AI worsens the double burden for Indonesia’s female gig workers

Artificial intelligence is often celebrated as the future of work. It is efficient, innovative and neutral. Yet, for many women in Indonesia’s gig economy, AI feels like a source of mounting pre...