Asian Spectator

Times Advertising

Mengapa tuntutan bagi orang tua untuk mendampingi anak belajar justru berpotensi mendiskriminasi rumah tangga miskin

  • Written by Senza Arsendy, PhD Student in Sociology, The University of Melbourne
Mengapa tuntutan bagi orang tua untuk mendampingi anak belajar justru berpotensi mendiskriminasi rumah tangga miskin(Shutterstock/Mbah Purwo)

Situasi pandemi lalu yang memaksa sekolah tutup semakin mendorong orang tua untuk terlibat dalam pendidikan anak. Sebagian bahkan harus menggantikan peran guru di rumah.

Studi dari lembaga riset Abdul Latif Jameel Poverty Action Lab (J-PAL) yang dilakukan di Jakarta pada tahun 2020, misalnya, menunjukkan rata-rata orang tua...

Magazine

Algorithms don’t care: how AI worsens the double burden for Indonesia’s female gig workers

Artificial intelligence is often celebrated as the future of work. It is efficient, innovative and neutral. Yet, for many women in Indonesia’s gig economy, AI feels like a source of mounting pre...

Tes jenis kelamin atlet untuk melarang trasgender justru berisiko menggagalkan perempuan interseks ikut olimpiade

Tes jenis kelamin di olahraga elite memiliki sejarah panjang yang tidak konsisten.anton5146/iStock via Getty Images PlusPada 26 Maret 2026, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan kebijakan b...

Loker di Indonesia: Perusahaan khawatir Gen Z lembek, tapi enggan rekrut senior yang tahan banting

● Kondisi ketenagakerjaan nasional berada dalam tahap yang memprihatinkan sejak lama.● Para pemberi kerja enggan merekrut Gen Z, tapi juga emoh merekrut pekerja dari generasi senior.●...