Asian Spectator

Men's Weekly

.

Bahaya ‘gas tertawa’ bisa merusak otak dan picu kematian mendadak: Mengapa masih dijual bebas?

  • Written by Andrew Yockey, Assistant Professor of Public Health, University of Mississippi
Bahaya ‘gas tertawa’ bisa merusak otak dan picu kematian mendadak: Mengapa masih dijual bebas?Penyalahgunaan dinitrogen oksida atau gas tertawa berisiko merusak otak dan picu kematian.Matt Cardy/Getty Images News

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) memperingatkan warganya mengenai bahaya penyalahgunaan produk gas nitrous oxide (dinitrogen oksida) atau dikenal sebagai laughing gas/happy gas (gas tertawa) untuk tujuan...

Magazine

Female genital cutting: why Southeast Asia should follow Africa’s lead in challenging religious and cultural justifications

Illustration of campaign against Female Genital Mutilation (FGM).Tunatura/ShutterstockFemale genital mutilation or cutting (FGM/C) remains a threat to the rights of women in Southeast Asia, often reli...

Manfaat tempe juga bisa menyehatkan tulang: Mengapa pengakuan dari UNESCO saja tidak cukup?

● Sejumlah negara (seperti Belgia dan Jepang) merekomendasikan warganya memperbanyak konsumsi tempe. ● Tempe punya banyak manfaat kesehatan, termasuk bagi kesehatan tulang.● Pemerint...

Pemberdayaan warga jadi solusi efektif meredam abrasi: Pelajaran dari pesisir Bulukumba

● Indonesia memiliki banyak kawasan pesisir rawan abrasi ekstrem, seperti di Bulukumba, Sulawesi Selatan.● Pemberdayaan masyarakat setempat amat krusial untuk mencegah abrasi.● Pemba...