Asian Spectator

Men's Weekly

.

Skandal obat sirup beracun: kenapa obat dibuat dalam bentuk sirup dan padat?

  • Written by Lailaturrahmi, Lecturer, Departemen Farmakologi dan Farmasi Klinis, Fakultas Farmasi, Universitas Andalas
Skandal obat sirup beracun: kenapa obat dibuat dalam bentuk sirup dan padat?Petugas menunjukkan pamplet pemberitahuan penghentian penjualan obat sirup di apotek di Cipocok, Kota Serang, Banten, 25 Oktober 2022.ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan, dari 102 produk obat sirup yang digunakan pasien, tiga produk mengandung cemaran etilen glikol (EG) atau dietilen glikol (DEG)....

Magazine

Kenapa nilai zakat Indonesia masih rendah meski pembayaran zakat digital sudah di mana-mana?

● Potensi zakat nasional tembus ratusan triliun.● Dana sebesar itu bisa jadi dana segar pembangunan dan pengentasan kemiskinan nasional.● Pembayaran online ternyata tak mendongkrak p...

‘Lebaran blues’ dan rasa kehilangan: Bagaimana momen hari raya bisa memicu duka

Tampak belakang seorang perempuan mengenakan pakaian salat duduk di kursi roda pada perayaan Idulfitri.Creativa Images/Shutterstock● Bagi mereka yang sedang berduka, hari raya dapat membuat rasa...

The silver lining in Europe’s deforestation law delay: A chance to build fairer supply chains

When you reach for a “palm-oil-free” label at the supermarket, you likely feel you’re doing your part to save orangutans and protect biodiversity. However, the reality behind that la...