Asian Spectator

Times Advertising

Kapan kita layak meng- _cancel_ seseorang maupun karyanya akibat perilaku tercela? Simak dua pertimbangan berikut

  • Written by Tina Sikka, Lecturer in Media and Cultural Studies, Newcastle University
Kapan kita layak meng- _cancel_ seseorang maupun karyanya akibat perilaku tercela? Simak dua pertimbangan berikut_Cancel culture_ (budaya pemboikotan) telah membuat masyarakat 'menghukum' banyak pekerja yang terlibat dalam produksi suatu karya atau produk budaya.(Zenza Flarini/Shutterstock)

Dalam beberapa tahun terakhir, kita santer mendengar istilah “cancel culture” (budaya boikot) dalam menanggapi individu yang dianggap melakukan hal tercela...

Magazine

Tes jenis kelamin atlet untuk melarang trasgender justru berisiko menggagalkan perempuan interseks ikut olimpiade

Tes jenis kelamin di olahraga elite memiliki sejarah panjang yang tidak konsisten.anton5146/iStock via Getty Images PlusPada 26 Maret 2026, Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengumumkan kebijakan b...

Loker di Indonesia: Perusahaan khawatir Gen Z lembek, tapi enggan rekrut senior yang tahan banting

● Kondisi ketenagakerjaan nasional berada dalam tahap yang memprihatinkan sejak lama.● Para pemberi kerja enggan merekrut Gen Z, tapi juga emoh merekrut pekerja dari generasi senior.●...

Angka deforestasi meningkat, bayang-bayang krisis dan bencana mengintai

● Deforestasi Indonesia meningkat tajam, terjadi di semua pulau besar, terutama Kalimantan dan Papua.● Lonjakan ekstrem turut terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, berkorela...