Hadapi rentannya emosi remaja, sekolah perlu kembangkan ekosistem empati
- Written by Charyna Ayu Rizkyanti, Dosen Psikologi Perkembangan, Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII)

● Kasus kekerasan dan kematian remaja mencerminkan kegagalan sekolah membaca dan merespons kesehatan mental siswa.
● Indonesia perlu mengembangkan ekosistem empati sesuai konteks budaya agar sekolah mampu menjadi ruang aman.
● Empati dapat dibangun sebagai kompetensi inti melalui kurikulum hingga pelatihan guru.




