Asian Spectator

Times Advertising

Majalah seharusnya sudah mati di era digital. Tapi mengapa masih ada sampai sekarang?

  • Written by Julian Novitz, Senior Lecturer, Writing, Department of Media and Communication, Swinburne University of Technology
Majalah seharusnya sudah mati di era digital. Tapi mengapa masih ada sampai sekarang?Shutterstock

Dalam komedi klasik Ghostbusters (1984), sekretaris baru Janice mengangkat topik membaca, sambil iseng membolak-balik halaman majalah. Ilmuwan Egon Spengler menanggapinya dengan penolakan kasar: “(produk) cetak sudah mati.”

Kata-kata Egon kini tampak tepat. Asumsi umum dalam beberapa dekade terakhir adalah media cetak...

Magazine

Negara vs media: Bagaimana pemerintah menyabotase kerja pers demi mengendalikan informasi

Para jurnalis menggelar demonstrasi dan aksi teatrikal menentang rancangan undang-undang pembungkaman pers pada 28 Mei 2024 di Tangerang.Wulandari Wulandari/Shutterstock● Pemerintah tengah melan...

Ada derita para komuter perempuan yang lebih mendesak dari sekadar letak gerbong

● Para komuter perempuan memiliki banyak permasalahan yang jarang terlihat.● Tak sedikit komuter perempuan harus berhenti bekerja demi menjalankan peran gandanya.● Selain kebijakan p...

Mengenal sabuk hujan tropis: Urat nadi kehidupan yang mengatur irama musim Indonesia

Klimatologi curah hujan periode Agustus menggunakan TRMM satelit (1998-2010).CC BY-ND● Sabuk hujan tropis atau ITCZ adalah sabuk awan tebal dan hujan lebat di wilayah khatulistiwa.● Perger...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink testjetbahisslot gacortaraftarium24tipobetjetbahiscasibomroyalbet girişonwininterbahisiptv satın aliptv satın aliptv satın alcasibomz-librarygalabettaraftarium24padişahbetgalabet girişaresbetjojobetbetmarinoxslotagb99kingroyalpulibetjojobet