Majalah seharusnya sudah mati di era digital. Tapi mengapa masih ada sampai sekarang?
- Written by Julian Novitz, Senior Lecturer, Writing, Department of Media and Communication, Swinburne University of Technology
ShutterstockDalam komedi klasik Ghostbusters (1984), sekretaris baru Janice mengangkat topik membaca, sambil iseng membolak-balik halaman majalah. Ilmuwan Egon Spengler menanggapinya dengan penolakan kasar: “(produk) cetak sudah mati.”
Kata-kata Egon kini tampak tepat. Asumsi umum dalam beberapa dekade terakhir adalah media cetak...




