Asian Spectator

Times Advertising

Death of the Armenian dream in Nagorno-Karabakh was predictable but not inevitable

  • Written by Ronald Suny, Professor of History and Political Science, University of Michigan
Death of the Armenian dream in Nagorno-Karabakh was predictable but not inevitableRefugees from Nagorno-Karabakh.Middle East Images /AFP via Getty Images)

Thirty-five years ago, more than 100,000 Armenian protesters took to the streets to convince Soviet leader Mikhail Gorbachev that Nagorno-Karabakh – an ethnically Armenian enclave stuck geographically in the neighboring republic of Soviet Azerbaijan – ought to be...

Magazine

Bisik terakhir gumuk pasir Kebumen, terancam lenyap oleh proyek tambak udang

● Gumuk pasir Kebumen terancam ekspansi tambak udang yang merusak bentuk serta fungsi alaminya.● Padahal nilai ekonomi gumuk pasir lebih tinggi dan berkelanjutan dibanding tambak udang. ...

Riset: Orang individualis justru punya kecenderungan lebih besar ikut aksi kolektif

Aksi demo mahasiswa di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, pada 11 Maret 2025. Wulandari Wulandari/Shutterstock● Riset menunjukkan bahwa orang individualis lebih aktif ikut aksi kolektif.● Ambis...

Koruptor tak cukup hanya dipenjara, uang rakyat harus dikembalikan

Ilustrasi uang kotor dan borgol yang mencerminkan korupsi di Indonesia.Maxim Vasiliev/Shutterstock● Hukum di Indonesia lebih fokus ke memenjarakan koruptor, padahal pengembalian uang negara juga...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink testjetbahisslot gacorTaraftarium24tipobetjetbahisdeneme bonusu veren sitelerinterbahisivermectin tabletiptv satın aliptv satın alcasibomz-librarygalabetTaraftarium24padişahbetgalabet girişmadridbetenbetenbetenbetenbetenbetagb99jojobetsahabetjojobetjojobetmeritking