Asian Spectator

Men's Weekly

.

Penerbangan dibuka lagi, seberapa besar risikonya menyebarkan COVID?

  • Written by Ahmad Nurhasim, Editor Sains + Kesehatan, The Conversation
Penerbangan dibuka lagi, seberapa besar risikonya menyebarkan COVID?

Sejumlah negara di Asia Tenggara, Asia Timur[1], Asia Barat, Eropa[2], dan Australia makin melonggarkan pembatasan untuk orang-orang yang masuk ke negara tersebut.

Misalnya, Malaysia[3], Singapura,[4] dan Arab Saudi[5], tidak lagi mewajibkan para penumpang pesawat yang yang akan masuk negara tersebut untuk tes PCR dengan hasil negatif pra-keberangkatan. Aturan itu berlaku sepanjang penumpangnya sudah vaksin COVID-19 dua dosis atau booster.

Sedangkan Indonesia, kebijakan per April lalu[6] hingga kini, masih mewajibkan warganya maupun warga negara asing yang masuk ke negara ini untuk mengantongi tes PCR negatif 2 x24 jam dari negara keberangkatan.

Secara umum, selain tekanan ekonomi, pelonggaran itu didasarkan pada cakupan vaksinasi yang telah melebihi 70% penduduk. Selain itu, kasus-kasus COVID-19 yang masih tinggi seperti di Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan Australia[7], mayoritas gejalanya ringan dan sistem kesehatan bisa mengatasinya.

Lalu bagaimana risiko penularan COVID-19 antarnegara yang disebarkan penumpang pesawat saat sistem kesehatan setiap negara berbeda kapasitasnya?

Dalam episode podcast SuarAkademia kali ini, kami berbincang dengan ahli Kedokteran Penerbangan dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Trevino Pakasi. Dia menganggap kebijakan pelonggaran sebagai tahap “uji-coba” karena pandemi COVID-19 ini sangat kompleks. Misalnya, durasi kemanjuran vaksinasi – walau cakupannya di sejumlah negara sudah tinggi – masih dalam proses riset dan virus terus bermutasi.

Simak diskusi lengkapnya di SuarAkademia - ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

References

  1. ^ Asia Timur (world.kbs.co.kr)
  2. ^ Eropa (travel.kompas.com)
  3. ^ Malaysia (travel.kompas.com)
  4. ^ Singapura, (www.cnnindonesia.com)
  5. ^ Arab Saudi (www.kompas.com)
  6. ^ kebijakan per April lalu (bisnis.tempo.co)
  7. ^ Korea Selatan, Jepang, Taiwan dan Australia (www.worldometers.info)

Authors: Ahmad Nurhasim, Editor Sains + Kesehatan, The Conversation

Read more https://theconversation.com/penerbangan-dibuka-lagi-seberapa-besar-risikonya-menyebarkan-covid-183029

Magazine

Riset: Proyek geotermal di sejumlah daerah lanjut terus meski banyak melanggar HAM

● Terdapat banyak pelanggaran HAM dalam pengembangan proyek geotermal di Indonesia.● Riset Pusham UII di antaranya menemukan pelanggaran hak atas partisipasi, hak-hak ekonomi, sosial, dan ...

Riset: Warga menilai MBG lebih menguntungkan elite dibanding rakyat

Spanduk Badan Gizi Nasional untuk program Makanan Bergizi Gratis di sebuah sekolah di Jakarta.wisely/Shutterstock● Manfaat MBG lebih dirasakan elite politik ketimbang penerimanya.● Program...

Bea parkir digabung ke pajak STNK: Praktis tapi berisiko merugikan

● Pemerintah sempat mewacanakan pajak STNK digabung dengan biaya parkir setahun.● Tarif yang ditawarkan tergolong murah, mulai dari Rp2 ribu per hari.● Tanpa persiapan yang baik, wac...