7 hal yang dapat dilakukan universitas untuk mencetak SDM siap ‘green jobs’
- Written by Putu Sukma Kurniawan, Staf Pengajar Program Studi Akuntansi, Universitas Pendidikan Ganesha
Beberapa pekan lalu, The Conversation Indonesia sempat mengangkat bagaimana institusi pendidikan, terutama mereka yang duduk di bangku sekolah, dapat mulai membangun sumber daya manusia (SDM) yang berbasis keterampilan hijau (green skill)[1] demi menyambut era pekerjaan hijau (green jobs).
Isu keberlanjutan (sustainability) memang semakin krusial di tengah perubahan iklim[2], keterbatasan sumber daya alam[3], kerusakan lingkungan[4], dan dampaknya ke masyarakat dan keberlangsungan perusahaan[5].
Semakin banyaknya perusahaan yang bergerak di isu keberlanjutan akan meningkatkan permintaan tenaga terampil yang kompeten pada bidang energi terbarukan, emisi karbon di perusahaan, ahli pendanaan hijau (green financing) dan lain sebagainya.
Global Green Skills Report 2022[6] yang diterbitkan LinkedIn menunjukkan bahwa proporsi tenaga kerja hijau di dunia kerja meningkat 38,5% dari 2015 ke 2021, atau dari 9,6% dari total pekerja menjadi 13,3%. Perusahaan konsultan asal Amerika Serikat (AS), Deloitte, pun meramalkan bahwa akan tercipta 300 juta kebutuhan pekerja dengan keterampilan hijau pada 2030[7]. Sementara, sebuah laporan[8] juga menyatakan bahwa permintaan tenaga kerja green jobs akan melebihi pasokan pada 2026.
Universitas, sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan tanggung jawab menyiapkan SDM kompeten yang dibutuhkan oleh industri dan dunia kerja, memiliki tanggung jawab besar dan peran besar untuk menyiapkan peserta didiknya[9] menghadapi era green jobs[10] mulai dari sekarang.
Perkembangan isu ‘green jobs’ di tingkat kampus
Isu keberlanjutan menjadi isu populer untuk universitas di Indonesia. Telah banyak aktivitas universitas yang menunjukkan komitmen mereka dalam mendukung isu keberlanjutan[11]. Universitas Indonesia (UI), misalnya menciptakan UI GreenMetric World University Ranking[12] yang bertujuan untuk melihat bagaimana komitmen universitas pada isu-isu keberlanjutan.
Adanya komitmen ini dapat menjadi tahapan awal penyiapan SDM untuk green jobs. Beroperasinya Bursa Karbon di Indonesia[13], sebagai contoh, turut membuka peluang besar permintaan green jobs di dalam negeri.
Di kalangan mahasiswa, green jobs juga mulai meraih popularitas dan menjadi pilihan karier di masa depan. Meskipun kuantitasnya masih sedikit, lowongan kerja untuk green jobs[14] yang memerlukan SDM berketerampilan hijau mulai mudah ditemukan.
Popularitas ini juga terlihat dari survei pers mahasiswa UI (SUMA UI) dan Yayasan Indonesia CERAH[15] pada 2023, yang menunjukkan bahwa 98% responden percaya bahwa pekerjaan hijau dapat berdampak positif terhadap lingkungan dan masyarakat. Survei yang melibatkan 532 mahasiswa sarjana berbagai fakultas dan universitas di Indonesia tersebut menemukan bahwa 71% responden berpikir bahwa pekerjaan hijau menawarkan peluang karier yang menarik bagi kaum muda.
Sayangnya, 55% responden mengaku mereka masih belum familiar dengan konsep pekerjaan hijau. Beberapa faktor melatari hal ini, termasuk kurangnya akses terhadap informasi mengenai pekerjaan hijau; tidak adanya pendidikan, pelatihan, kelas, atau kegiatan akademik apapun yang terkait dengan pekerjaan hijau di universitas; dan pelatihan yang tidak memadai untuk mempersiapkan kaum muda untuk pekerjaan hijau.
Hasil survei juga menunjukkan beberapa tantangan yang menurut responden relevan dengan pekerjaan hijau di Indonesia, seperti upah rendah, keterampilan dan pemahaman yang tidak memadai, dan prospek pekerjaan yang kurang menjanjikan. Mahasiswa menganggap pemerintah dan lembaga pendidikan kurang mendukung dalam menciptakan pekerjaan hijau dan peluang-peluangnya.
Penyiapan SDM untuk green jobs memerlukan sinergi yang kuat[16] antara pemerintah, industri atau swasta[17], dan institusi pendidikan. Universitas memiliki peran yang sangat penting karena berada pada posisi hulu untuk menghasilkan lulusan yang nantinya diperlukan dunia industri.
Apa yang bisa dilakukan oleh universitas?
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan universitas dalam penyiapan SDM untuk green jobs.



