Riset temukan cara pulihkan mangrove dan tambak udang sekaligus
- Written by Muhammad Ilman, Director of the Indonesia Oceans Program, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)
● Budi daya udang dan restorasi mangrove bisa berjalan berdampingan melalui pendekatan SECURE.
● Kesehatan ekosistem tambak yang terintegrasi mangrove dapat dibuktikan secara ilmiah.
● Penentuan wilayah prioritas restorasi dapat dilakukan dengan analisis spasial.
Indonesia sudah kehilangan sekitar seperempat[1] tutupan mangrove sejak 1980-an. Penyebab utamanya adalah pembukaan hutan mangrove untuk ekspansi tambak udang. Karena itu, pintu masuk untuk memulihkan mangrove juga harus dimulai lewat tambak-tambak tersebut.
Namun, penyelesaiannya menjadi kompleks karena budidaya udang adalah mata pencaharian utama bagi masyarakat pesisir sekaligus menjadi komoditas dengan nilai ekspor tertinggi[2] dari sektor perikanan.
Oleh sebab itu, ada dua pertanyaan besar yang mesti dijawab terlebih dahulu. Pertama, apakah budi daya tambak udang bisa berjalan berdampingan dengan restorasi mangrove? Bagaimana caranya?
Kedua, dengan tingkat kerusakan yang sedemikian luas dan banyaknya masyarakat yang bergantung pada tambak, bagaimana cara menentukan lokasi prioritas pemulihan yang paling menguntungkan ekonomi dan lingkungan sekaligus?
Di lokasi riset kami, Berau, Kalimantan Timur, misalnya, terdapat lebih dari 900 tambak. Belum lagi di seluruh Indonesia. Mustahil untuk mengubah semuanya sekaligus.
Riset terbaru[3] kami menjawab pertanyaan tersebut satu per satu. Kami menguji kualitas ekosistem di tambak berdampingan dengan mangrove. Kami memetakan lokasi-lokasi prioritas restorasi tambak melalui analisis spasial. Kesimpulannya, kedua tujuan ini dapat dicapai jika pendekatannya tepat.
Menguji ekosistem tambak-mangrove
Riset[4] kami sebelumnya membuktikan, tambak udang dan restorasi mangrove bisa dikelola bersama[5] dengan pendekatan SECURE (Shrimp-Carbon Aquaculture). Metode ini menggabungkan budi daya udang dengan pemulihan mangrove.
Dengan cara ini, tambak terbagi dalam dua zona:
Zona restorasi (60–80% luas tambak): mangrove ditanam kembali dengan metode restorasi hidrologis (mengalirkan air kembali seperti kondisi alaminya).
Zona budi daya (20–40%): untuk memelihara udang secara organik, tanpa pakan buatan atau pupuk kimia.
Hasilnya, tambak lebih kecil yang dikelilingi mangrove sehat bisa menghasilkan panen yang hampir setara dengan tambak konvensional.
Petambak peserta SECURE memanen rata-rata 140 kilogram udang per tambak setiap tahun. Angka ini mendekati panen tambak konvensional di wilayah yang sama yaitu sekitar 160 kg.
Uji coba budi daya dan restorasi mangrove SECURE ini masih terus disempurnakan. Kami memperkirakan hasil panen dapat menyamai bahkan lebih tinggi dari tambak konvensional.
Read more: Model baru restorasi agar tambak udang bisa berdampingan dengan pemulihan mangrove[7]
Kami juga menguji kesehatan ekosistem tambak SECURE dengan menggunakan teknologi DNA lingkungan (eDNA).
Metode ini mendeteksi keberadaan berbagai organisme melalui jejak DNA[8] yang tertinggal di air—misalnya dari sel, kulit, atau kotoran. Jadi, kami cukup mengambil sampel air untuk menganalisis keberadaan organisme tersebut.
Dari satu liter air tambak yang kami saring, kami menemukan 4.291 kelompok organisme fitoplankton dan zooplankton kunci.
Temuan ini menunjukkan bahwa kualitas air yang sangat baik serta indikator ekosistem yang lebih sehat pada tambak yang terintegrasi dengan mangrove.
Read more: Teknologi eDNA: Terobosan baru menyingkap kehidupan laut dalam dengan mudah dan murah[10]
Cara menentukan wilayah prioritas restorasi
Kami kemudian membuat peta prioritas wilayah restorasi menggunakan analisis spasial yang terbagi atas tiga kategori:
1. Potensi restorasi atau perlindungan mangrove: Kami memprioritaskan tambak dengan tutupan mangrove di bawah 60% karena biaya pemulihannya cenderung lebih efisien jika areal restorasinya lebih luas.
2. Perkiraan manfaat ekonomi bagi petani: Potensi nilai tambah yang bisa dihasilkan berdasarkan kalkulasi dari luas tambak. Hasilnya, tambak yang lebih besar berpotensi menghasilkan panen lebih banyak.
3. Biaya implementasi: Ini dipengaruhi beberapa faktor. Salah satunya, panjang batas tambak yang berbatasan dengan sungai. Semakin jauh dari sungai, semakin sedikit biaya yang dibutuhkan untuk membuat tanggul pelindung.
Menariknya, analisis spasial menunjukkan lokasi restorasi prioritas tinggi—yang berukuran besar dan jauh dari sungai—banyak berada di wilayah barat.
Tambak prioritas di sisi barat cenderung berkelompok atau mengumpul, sehingga pemulihan seluruh lanskap pesisir dapat dilakukan secara lebih efisien dan efektif.
Read more: Indonesia masukkan mangrove dalam program rehabilitasi lahan, berikut dua masukan dari ahli[11]
Penting untuk diterapkan di Indonesia?
Pemerintah Indonesia terus berupaya memulihkan mangrove, bahkan sempat menargetkan rehabilitasi 600 ribu hektare[12] pada 2024, dan studi menunjukkan bahwa hampir seluruh area restorasi tersebut dulunya adalah tambak ekstensif[13]. Sehingga dalam banyak kasus, restorasi berarti mengembalikan tambak menjadi hutan mangrove.
Sementara di sisi lain, pemerintah juga ingin memulihkan tambak-tambak udang yang sudah tidak produktif[14] menjadi tambak baru atau diubah fungsi— misalnya menjadi tambak ikan air payau seperti nila.
Program ini menargetkan sekitar 78.000 hektare[15] lahan tambak udang lama yang terlantar untuk kepentingan produksi perikanan.
Pedekatan SECURE menunjukkan bahwa tujuan-tujuan yang tampaknya kontradiktif ini bisa dicapai secara bersamaan.
Meski demikian, penting dicatat, SECURE tetap tidak bisa menggantikan fungsi mangrove alami sepenuhnya. Fungsi penyimpanan karbon, habitat organisme air, dan perlindungan pesisir tetap jauh lebih baik pada hutan yang tidak terganggu.
Kami menawarkan konsep ini hanya sebagai solusi kompromi yang realistis: memulihkan mangrove yang sudah rusak sambil mencegah alih fungsi mangrove yang masih utuh.
References
- ^ seperempat (www.sciencedirect.com)
- ^ nilai ekspor tertinggi (portaldata.kkp.go.id)
- ^ Riset terbaru (link.springer.com)
- ^ Riset (link.springer.com)
- ^ bersama (theconversation.com)
- ^ shutterstock (www.shutterstock.com)
- ^ Model baru restorasi agar tambak udang bisa berdampingan dengan pemulihan mangrove (theconversation.com)
- ^ jejak DNA (theconversation.com)
- ^ Author provided (link.springer.com)
- ^ Teknologi eDNA: Terobosan baru menyingkap kehidupan laut dalam dengan mudah dan murah (theconversation.com)
- ^ Indonesia masukkan mangrove dalam program rehabilitasi lahan, berikut dua masukan dari ahli (theconversation.com)
- ^ 600 ribu hektare (peraturan.bpk.go.id)
- ^ adalah tambak ekstensif (www.researchgate.net)
- ^ tidak produktif (en.antaranews.com)
- ^ 78.000 hektare (en.antaranews.com)
Authors: Muhammad Ilman, Director of the Indonesia Oceans Program, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN)
Read more https://theconversation.com/riset-temukan-cara-pulihkan-mangrove-dan-tambak-udang-sekaligus-268716





