Bahaya ‘gas tertawa’ bisa merusak otak dan picu kematian mendadak: Mengapa masih dijual bebas?
- Written by Andrew Yockey, Assistant Professor of Public Health, University of Mississippi
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA)[1] memperingatkan warganya mengenai bahaya penyalahgunaan produk gas nitrous oxide (dinitrogen oksida) atau dikenal sebagai laughing gas/happy gas (gas tertawa) untuk tujuan hiburan.
Dalam dunia medis, dokter biasa menggunakan dinitrogen oksida sebagai campuran pereda nyeri/anestesi[2] (misalnya setelah cabut gigi) ataupun oksigen tambahan dengan dosis terukur. Selain itu, ada jenis dinitrogen oksida yang memenuhi standar keamanan pangan (food grade) dan aman digunakan untuk menghasilkan whipped cream (krim kocok).
Karena itu, produk dinitrogen oksida legal diperjualbelikan[3], termasuk di Indonesia[4]. Sayangnya, banyak anak muda[5] menyalahgunakan dinitrogen oksida untuk dihirup (ngebalon) agar menimbulkan efek mabuk dan halusinasi yang cepat, padahal berisiko sangat mematikan.
Di AS, dinitrogen oksida dipasarkan dalam berbagai merek, seperti “Galaxy Gas” dan “Miami Magic”. Gas ini sering dijual dalam kartrid baja yang dikenal sebagai whippets[6].
Produk-produk tersebut dijual murah dan mudah didapatkan[7], seperti di toko serba ada, toko rokok, hingga toko retail besar macam Walmart. Produk ini juga dijual daring.
Sebagai asisten profesor kesehatan masyarakat[8] yang mempelajari produk sejenis ini[9], saya menyadari betapa berbahayanya penyalahgunaan dinitrogen oksida—apalagi dalam jangka panjang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, bahkan dalam beberapa kasus memicu kematian[10].
Bahaya kesehatan gas tertawa
Penyalahgunaan jangka panjang dinitrogen oksida[11] bisa menimbulkan berbagai efek samping serius[12], termasuk mengganggu kemampuan berpikir dan mengingat, memicu halusinasi, sakit kepala, pusing, gangguan suasana hati, dan pembekuan darah.
Dampak kesehatan lainnya bisa menyebabkan anggota tubuh melemah, kesulitan berjalan, serta neuropati perifer (nyeri, mati rasa, dan kesemutan akibat kerusakan sistem saraf tepi).
Pada kasus yang parah, efek samping dinitrogen oksida bisa mengganggu fungsi usus atau kandung kemih, hingga merusak sumsum tulang belakang dan otak secara permanen. Pasalnya, pengguna gas tertawa umumnya mengalami kekurangan vitamin B12[13] yang bisa menyebabkan kerusakan saraf dan otak[14].
Selama lima tahun terakhir (2019 - 2023), penyalahgunaan dinitrogen oksida di AS membuat jumlah pasien unit gawat darurat meningkat sebesar 32%[15]. Bahkan kematian akibat penggunaannya melonjak lebih dari 100%[16] di negara itu.
Hingga tahun 2023, lebih dari 13 juta warga AS pernah menyalahgunakan dinitrogen oksida[17], setidaknya sekali dalam seumur hidup mereka. Ironisnya, anak-anak juga termasuk dalam angka ini.
Pada 2024, lebih dari 4% siswa kelas delapan (2 SMP) dan 2% siswa kelas 12 (3 SMA) mengaku telah mencoba inhalan[18] alias zat kimia rumah tangga yang aromanya dihirup untuk menimbulkan efek mabuk (termasuk lem dan bensin).
Dinitrogen oksida merupakan jenis inhalan yang paling banyak disalahgunakan karena harganya murah, mudah dibeli, dan punya daya tarik komersial (salah satu produk gas ini disebut memiliki rasa “permen karet merah muda”).
Menghirup dinitrogen oksida murni bisa menimbulkan sensasi mabuk yang cepat, tetapi dapat berakibat fatal.Mengapa gas tertawa masih dijual bebas?
Celah hukum dalam Undang-Undang FDA (Food and Drug Administration Act)[19], berupa ketiadaan aturan ketat yang melarang peredaran dinitrogen oksida untuk tujuan hiburan (di luar kebutuhan medis dan kuliner) menyebabkan banyak orang di AS bisa bebas membeli produk ini.
Sementara di negara lain[20], seperti Inggris, Belanda, Vietnam, dan Autralia, penggunaan dinitrogen oksida untuk kebutuhan hiburan sudah dilarang.
Di Indonesia, aturannya masih longgar. Badan Narkotika Nasional[21] (BNN) menganggap bahwa senyawa kimia ini sah dan legal digunakan untuk keperluan medis dan industri. BNN pun tidak menggolongkannya sebagai narkotika[22].
Tren global mengenai larangan peredaran dinitrogen oksida untuk tujuan hiburan harusnya menjadi alarm untuk pengetatan regulasi di Indonesia maupun AS.
Penelitian di AS mengenai risiko penyalahgunaan dinitrogen oksida masih sangat sedikit. Beberapa alasannya karena masyarakat masih menganggap zat tersebut tidak berbahaya[23], terutama jika dibandingkan dengan alkohol[24].
Penelitian soal bahaya penyalahgunaan dinitrogen oksida di negeri Paman Sam pun sebagian besar masih terbatas cakupannya, dengan studi kasus pada satu pasien. Namun, laporan-laporan tersebut mengkhawatirkan[25].
Studi yang lebih mendalam tersedia di Inggris Raya dan Eropa—dua kawasan dengan permintaan pasar dinitrogen oksida lebih besar. Misalnya, selama periode 20 tahun, 56 orang meninggal di Inggris dan Wales akibat penggunaan gas tertawa[26].
Biasanya, kematian terjadi akibat hipoksia, yaitu kekurangan oksigen ke otak[27]. Penyebab kematian lainnya adalah kecelakaan saat sedang mabuk gas tertawa[28], seperti kecelakaan mobil atau terjatuh.
Orang AS telah mengetahui efek negatif dinitrogen oksida selama berabad-abad. Sebelum menjadi alat bantu pengobatan[29], dinitrogen oksida populer digunakan dalam pesta “gas tertawa”[30] pada akhir 1700-an.
Para dokter mulai menggunakannya di AS sekitar pertengahan abad ke-19. Bermula dari temuan seorang dokter gigi bernama Horace Wells. Kala itu Wells menghadiri panggung pertunjukan “Laughing Gas Entertainment”. Dia melihat efek mati rasa akibat dinitrogen oksida dialami para penonton yang jadi sukarelawan.
Secara kebetulan, Wells akan menjalani pencabutan gigi bungsu keesokan harinya, jadi dia mencoba gas tersebut selama menjalani prosedur[31]. Dinitrogen oksida berhasil membuat Wells tidak merasakan sakit apa pun. Setelah itu, penggunaan gas tersebut sebagai alat bantu pengobatan diterima secara bertahap.
Dinitrogen oksida saat ini sering digunakan di klinik gigi. Penggunaannya aman di bawah pengawasan dokter sebagai obat penenang ringan, pereda nyeri, dan memberi efek mati rasa pada pasien[32] agar tidak merasakan sakit selama menjalani prosedur.
Dinitrogen oksida juga bermanfaat bagi pasien dengan gangguan mental berat, termasuk depresi yang kebal terhadap pengobatan[33] dan gangguan bipolar[34] (masalah mental berupa perubahan suasana hati ekstrem).
Selain itu, dinitrogen oksida juga dapat membantu mengatasi kecemasan dan manajemen nyeri[35].
Apakah kita bisa mencegah dampak buruknya?
Kendati pemerintah AS tidak menerapkan[36] larangan pembatasan usia, beberapa negara bagian[37] menerapkan kebijakan ini[38].
Per Mei 2025, empat negara bagian AS—Louisiana[39], Michigan[40], Alabama[41], dan California[42]—telah melarang penggunaan dinitrogen oksida untuk tujuan hiburan.
Sementara itu, lebih dari 30 negara bagian sedang mengupayakan undang-undang untuk melarang atau setidaknya membatasi[43] penjualan produk tersebut. Ada banyak pula gugatan yang dilayangkan masyarakat AS terhadap produsen dinitrogen oksida yang sedang diproses di pengadilan[44].
Penelitian menunjukkan bahwa program edukasi pencegahan di sekolah membantu mencegah anak-anak menggunakan produk-produk inhalan, termasuk dinitrogen oksida[45]. Pemeriksaan dini dari para dokter dan psikiater juga berpengaruh terhadap kesehatan anak. Semakin cepat pemeriksaan dilakukan, semakin besar kemungkinan anak berhasil terhindar dari kecanduan zat adiktif dan menjalani terapi berkelanjutan[46].
Kita bisa mencegah penyalahgunaan gas tertawa melalui penegakan hukum, pendidikan, dan tindakan medis yang tepat. Jika tidak, produk ini akan terus mengancam anak-anak kita, apalagi dengan ragam kemasan dan iklannya yang menarik dan menyamarkan bahaya tersembunyi di baliknya.
References
- ^ Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) (www.fda.gov)
- ^ campuran pereda nyeri/anestesi (emedicine.medscape.com)
- ^ produk dinitrogen oksida legal diperjualbelikan (www.bbc.com)
- ^ di Indonesia (kumparan.com)
- ^ banyak anak muda (theconversation.com)
- ^ whippets (www.euda.europa.eu)
- ^ dijual murah dan mudah didapatkan (assets.senate.mn)
- ^ asisten profesor kesehatan masyarakat (olemiss.edu)
- ^ mempelajari produk sejenis ini (olemiss.edu)
- ^ kematian (www.clickorlando.com)
- ^ Penyalahgunaan jangka panjang dinitrogen oksida (doi.org)
- ^ efek samping serius (respiratory-therapy.com)
- ^ kekurangan vitamin B12 (doi.org)
- ^ menyebabkan kerusakan saraf dan otak (doi.org)
- ^ sebesar 32% (www.drugsandalcohol.ie)
- ^ melonjak lebih dari 100% (datac.ca)
- ^ pernah menyalahgunakan dinitrogen oksida (www.samhsa.gov)
- ^ mengaku telah mencoba inhalan (monitoringthefuture.org)
- ^ Undang-Undang FDA (Food and Drug Administration Act) (www.sciencedirect.com)
- ^ negara lain (www.bbc.com)
- ^ Badan Narkotika Nasional (kumparan.com)
- ^ tidak menggolongkannya sebagai narkotika (kumparan.com)
- ^ menganggap zat tersebut tidak berbahaya (doi.org)
- ^ dibandingkan dengan alkohol (doi.org)
- ^ laporan-laporan tersebut mengkhawatirkan (doi.org)
- ^ akibat penggunaan gas tertawa (www.ons.gov.uk)
- ^ oksigen ke otak (doi.org)
- ^ kecelakaan saat sedang mabuk gas tertawa (www.bbc.com)
- ^ alat bantu pengobatan (doi.org)
- ^ dalam pesta “gas tertawa” (www.abc.net.au)
- ^ mencoba gas tersebut selama menjalani prosedur (todayincthistory.com)
- ^ memberi efek mati rasa pada pasien (emedicine.medscape.com)
- ^ depresi yang kebal terhadap pengobatan (doi.org)
- ^ gangguan bipolar (doi.org)
- ^ kecemasan dan manajemen nyeri (www.cda-adc.ca)
- ^ tidak menerapkan (wlos.com)
- ^ beberapa negara bagian (www.azleg.gov)
- ^ kebijakan ini (agriculture.ny.gov)
- ^ Louisiana (www.fox8live.com)
- ^ Michigan (www.clickondetroit.com)
- ^ Alabama (www.wsfa.com)
- ^ California (fullertonobserver.com)
- ^ untuk melarang atau setidaknya membatasi (mostpolicyinitiative.org)
- ^ sedang diproses di pengadilan (www.aboutlawsuits.com)
- ^ mencegah anak-anak menggunakan produk-produk inhalan, termasuk dinitrogen oksida (monitoringthefuture.org)
- ^ terapi berkelanjutan (doi.org)
Authors: Andrew Yockey, Assistant Professor of Public Health, University of Mississippi




