Asian Spectator

Men's Weekly

.

Menjawab miskonsepsi tentang dekolonisasi sains : mengapa pembebasan riset dari dominasi Barat bukanlah sikap anti-ilmiah

  • Written by Fajri Siregar, PhD Candidate, University of Amsterdam
Menjawab miskonsepsi tentang dekolonisasi sains : mengapa pembebasan riset dari dominasi Barat bukanlah sikap anti-ilmiah(Unsplash/Prateek Katyal), CC BY

Wacana “dekolonisasi sains” makin berkembang di kalangan akademisi negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk membebaskan agenda riset mereka dari dominasi Barat (“eurosentrisme”).

Dalam artikel saya di The Conversation Indonesia (TCID) awal tahun ini, saya menjelaskan bagaimana konsep ini...

Magazine

Kangen Lebaran masa kecil: Ada ketimpangan di balik nostalgia hari raya

Ilustrasi keluarga sedang memasak untuk menyambut Lebaran.Anom Harya/Shutterstock● Jelang Lebaran, banyak konten di media sosial yang membangkitkan ingatan indahnya Ramadan di masa kecil kita.&#...

Misteri dalam prasasti: Bagaimana perangkat lunak beralgoritma ‘membaca’ batu Singapura

Batu Singapura yang masih menyisakan teka-teki hingga kini.wikipedia.org, CC BY● Perangkat lunak ‘Read-y Grammarian’ menggunakan algoritma komputasi untuk merekonstruksi teks pada ba...

Mengapa ratusan hiu paus terdampar di Selatan Jawa dalam 13 tahun terakhir? Riset kami temukan jawabannya

Penanganan hiu paus terdampar di Purworejo, Senin (8/12/2025)Arief Nugroho/Sealife Indonesia, CC BY-NC● Populasi hiu paus di Indo-Pasifik menurun tajam, diperparah dengan banyaknya kasus hiu pau...