Asian Spectator

Men's Weekly

.

Menjawab miskonsepsi tentang dekolonisasi sains : mengapa pembebasan riset dari dominasi Barat bukanlah sikap anti-ilmiah

  • Written by Fajri Siregar, PhD Candidate, University of Amsterdam
Menjawab miskonsepsi tentang dekolonisasi sains : mengapa pembebasan riset dari dominasi Barat bukanlah sikap anti-ilmiah(Unsplash/Prateek Katyal), CC BY

Wacana “dekolonisasi sains” makin berkembang di kalangan akademisi negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk membebaskan agenda riset mereka dari dominasi Barat (“eurosentrisme”).

Dalam artikel saya di The Conversation Indonesia (TCID) awal tahun ini, saya menjelaskan bagaimana konsep ini...

Magazine

Tak ada hidup layak dalam upah minimum 2026

Claraelnisa/Shutterstock.com● UMP 2026 tak cukup untuk memenuhi kehidupan layak para pekerja.● Hal ini membuat situasi ekonomi masyarakat kian mencekam mengingat tahun ini banyak perang da...

Kebijakan WFH hemat energi: Hanya untuk kaum mampu tanpa keberpihakan kepada pekerja informal

● Pemerintah memastikan rencana WFH bagi ASN dan swasta akan berjalan dalam waktu dekat.● Sayangnya ini hanya kebijakan jangka pendek penghematan neraca konsumsi BBM semata.● Pemerin...

Ratusan ribu artikel ilmiah terbit tiap tahun: Bagaimana menjaga kualitas di tengah lonjakan publikasi?

stoatphoto/shutterstock● Jumlah publikasi ilmiah di Indonesia bertumbuh sangat pesat.● Lonjakan jumlah artikel jurnal berisiko menurunkan kualitas penelaahan dan memicu praktik produksi na...