Asian Spectator

Men's Weekly

.

Kenapa Indonesia butuh sistem otopsi mayat yang independen dan imparsial? Belajar dari kasus Brigadir Yosua

  • Written by Yoni Syukriani, Dosen bidang Ilmu Kedokteran Forensik & Medikolegal dan bidang Bioetika Humaniora, Universitas Padjadjaran
Kenapa Indonesia butuh sistem otopsi mayat yang independen dan imparsial? Belajar dari kasus Brigadir YosuaSetelah autopsi ulang jasad Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat dimakamkan kembali di kampungnya, Sungai Bahar, Muarojambi, Jambi, 27 Juli 2022.ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nym

Hasil otopsi ulang atas jasad Brigadir Polisi Nofriansyah Yosua Hutabarat yang dipublikasikan Senin lalu menunjukkan tak ada tanda-tanda penyiksaan di tubuh korban...

Magazine

Hobi ‘takeaway’ kopi? Awas gelas sekali pakai lepaskan ribuan partikel mikroplastik

Katerina Holmes/PexelsPukul 7.45 pagi. Kamu membeli kopi takeaway di kafe langganan, sembari menggenggam gelas hangat, menyeruput sedikit, lantas bergegas ke kantor.Kamu mungkin menganggap gelas itu ...

Bukan solusi tapi beban: Mengapa Prabowonomics justru berisiko terhadap perekonomian rakyat?

(ElKurnia8/Shutterstock)● Presiden Prabowo mengenalkan konsep ‘Prabowonomics’ yang diklaim bisa menumbuhkan ekonomi hingga 8%.● Lain di klaim, ‘Prabowonomics’ justr...

Kenapa nilai zakat Indonesia masih rendah meski pembayaran zakat digital sudah di mana-mana?

● Potensi zakat nasional tembus ratusan triliun.● Dana sebesar itu bisa jadi dana segar pembangunan dan pengentasan kemiskinan nasional.● Pembayaran online ternyata tak mendongkrak p...