Asian Spectator

Men's Weekly

.

_Quiet quitting_: mengapa bekerja lebih sedikit itu bagus untukmu -- dan juga bosmu

  • Written by Nilufar Ahmed, Senior Lecturer in Social Sciences, CPsychol, FHEA, University of Bristol
_Quiet quitting_: mengapa bekerja lebih sedikit itu bagus untukmu -- dan juga bosmuPara profesional muda bekerja jauh lebih keras dari orang tua mereka demi memajukan hidup dan karir mereka. Ini malah berujung pada kondisi _burnout_.rawpixel.com/Freepik, CC BY

Di banyak tempat kerja (termasuk melalui platform Zoom, Teams, dan Slack), karyawan dan manajer diam-diam membahas tentang tren “great resignation”. Ini merujuk...

Magazine

Hobi ‘takeaway’ kopi? Awas gelas sekali pakai lepaskan ribuan partikel mikroplastik

Katerina Holmes/PexelsPukul 7.45 pagi. Kamu membeli kopi takeaway di kafe langganan, sembari menggenggam gelas hangat, menyeruput sedikit, lantas bergegas ke kantor.Kamu mungkin menganggap gelas itu ...

Bukan solusi tapi beban: Mengapa Prabowonomics justru berisiko terhadap perekonomian rakyat?

(ElKurnia8/Shutterstock)● Presiden Prabowo mengenalkan konsep ‘Prabowonomics’ yang diklaim bisa menumbuhkan ekonomi hingga 8%.● Lain di klaim, ‘Prabowonomics’ justr...

Kenapa nilai zakat Indonesia masih rendah meski pembayaran zakat digital sudah di mana-mana?

● Potensi zakat nasional tembus ratusan triliun.● Dana sebesar itu bisa jadi dana segar pembangunan dan pengentasan kemiskinan nasional.● Pembayaran online ternyata tak mendongkrak p...