Asian Spectator

Men's Weekly

.

Kupas-tuntas permintaan maaf Belanda kepada Indonesia

  • Written by Ika Krismantari, Head of Editorial
Kupas-tuntas permintaan maaf Belanda kepada Indonesia

Pertengahan Februari lalu, Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menyampaikan permintaan maaf kepada Indonesia[1] atas penggunaan kekerasan yang sistematis dan ekstrem oleh tentara Belanda selama periode Perang Kemerdekaan 1945-1949.

Ini bukan pertama kalinya[2] pemerintah Belanda mengajukan permohonan maaf atas kekejaman yang mereka lakukan di Indonesia pada masa lalu. Yang paling terakhir pada 2020, Raja Belanda Willem Alexander juga menyampaikan permintaan maaf dan penyesalannya[3] atas kekejaman pasca proklamasi kemerdekaan Indonesia kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo.

Permintaan maaf yang terakhir dilakukan berdasarkan temuan peneliti dari Belanda dan Indonesia yang mengungkap kekerasan pada masa kolonial.

Pada Episode SuarAkademia kali ini, kami berbicara dengan salah satu peneliti Indonesia yang bergabung dalam penelitian tersebut, Abdul Wahid, yang juga merupakan dosen di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan juga sejarawan Bonnie Triyana untuk mengetahui apa saja di balik permintaan maaf tersebut.

Kami juga mencoba menjawab mengapa pemerintah Indonesia belum memberikan respons terhadap permintaan maaf secara resmi.

Simak lengkapnya di SuarAkademia – ngobrol seru isu terkini, bareng akademisi.

Authors: Ika Krismantari, Head of Editorial

Read more https://theconversation.com/kupas-tuntas-permintaan-maaf-belanda-kepada-indonesia-178903

Magazine

Selamat datang era ‘fitness-entertainment’: Bagaimana peluang cuan hyrox setelah tren padel?

● Selalu saja ada tren olahraga baru yang bermunculan.● Setelah padel, kini muncul ‘Hyrox’.● Meski belum pernah digelar resmi di Indonesia, antusiasme masyarakat terhadap...

Derita warga sekitar PLTS Cirata: Bak layangan putus tanpa kepastian sumber nafkah

● Kompleks PLTS Cirata merupakan salah satu proyek transisi energi terbesar nasional.● Sayangnya euforia realisasi pembangunan proyek transisi energi besar itu menyisakan kisah kelam di ba...

Teror aktivis HAM kian ganas dan meluas, inikah saatnya PBB lebih serius memantau Indonesia?

Astrichairina/Shutterstock● Kasus penyiraman air keras Andrie Yunus menunjukkan ruang sipil Indonesia menjadi arena berbahaya.● Pembela HAM kembali menghadapi periode ancaman teror dan lab...