Pemerintahan Prabowo berpotensi koalisi gemuk: apa jadinya negara tanpa oposisi?
- Written by Wawan Kurniawan, Peneliti di Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia, Universitas Indonesia
Prabowo-Gibran yang pencalonannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden memantik kontroversi akan bekerja mulai 20 Oktober 2024.
Untuk mengawal pemerintahan mereka, kami menerbitkan edisi khusus #PantauPrabowo yang memuat isu-isu penting hasil pemetaan kami bersama TCID Author Network. Edisi ini turut mengevaluasi 10 tahun pemerintahan Joko Widodo, sekaligus menjadi bekal Prabowo-Gibran menjalankan tugasnya.
Beberapa waktu lalu, Romo Magnis[1] berpesan jika Indonesia tidak memiliki partai oposisi, maka perlahan demokrasi di negara ini akan sirna. Tidak akan ada lagi prinsip rule of law, yang ada hanyalah rule by law, yakni ketika pemerintah berada di atas hukum itu sendiri dan bebas berbuat apa saja.
Dampak paling mengerikan adalah tidak didengarnya suara-suara rakyat. Semua keputusan berada di kalangan elite dan mereka yang terus berkuasa.
Hal mengerikan tersebut bukan tidak mungkin terjadi di masa pemerintahamn Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Baru-baru ini saja Prabowo memberi sinyal[2] akan menghilangkan oposisi, dengan mengatakan bahwa oposisi bukan budaya Indonesia.
Tampaknya ia akan mengikuti jejak Presiden Joko “Jokowo” Widodo yang merangkul semua partai politik masuk ke koalisi pemerintah. Saat ini, 8 dari 9 parpol di parlemen telah menjadi pendukung pemerintahan (ruling coalition).
Prabowo kemungkinan akan memiliki koalisi gemuk pendukung pemerintah. Ini satu hal yang sudah bisa diprediksi sejak masa Pemilu 2024. Dan ini akan membawa dampak mengerikan bagi tata kelola pemerintahan di Indonesia serta menyuburkan praktik korupsi.
Membuka jalan bagi penyalahgunaan kekuasaan
Pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 Februari lalu, delapan parpol berhasil meraih kursi di parlemen, yakni PDIP, Golkar, Gerindra, NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Demokrat.




