Asian Spectator

Times Advertising

Emosi ngakak bukan berarti lucu, tapi tawa pahit rakyat terhadap ketimpangan berulang

  • Written by Zamzami Zainuddin, Senior lecturer, Flinders University
Emosi ngakak bukan berarti lucu, tapi tawa pahit rakyat terhadap ketimpangan berulang

● Emoji ‘ngakak’ sering jadi ekspresi ironi bukan kebahagiaan.

● Tawa pahit mencerminkan lelah marah dan kritik terselubung.

● Humor jadi mekanisme bertahan namun berisiko normalisasi ketidakadilan.

Di kolom komentar media sosial, warganet sering memberikan emoji ‘ngakak’[1] (tertawa terbahak-bahak), atau face with tears of joy, tetapi bukan di unggahan gambar atau video lucu, melainkan berita tentang korupsi, ketimpangan hukum, gaya hidup mewah pejabat, atau kebijakan yang terasa janggal.

Kita bisa dengan mudah mencari berita tentang kasus korupsi bernilai fantastis, tapi pelakunya mendapat hukuman yang dianggap ringan, atau berita tentang pejabat yang memamerkan kekayaan di tengah kondisi ekonomi sulit. Cek kolom komentar, dan kita akan mendapati lebih banyak emoji 🤣 dan 😂, bukan emoji marah.

Sebenarnya kita ini benar-benar tertawa, atau justru sedang menertawakan sesuatu yang tidak lucu?

Sejumlah kajian[2] menunjukkan bahwa emoji tertawa tidak selalu menandakan kebahagiaan, melainkan penanda ironi: cara cepat masyarakat merespons realitas dan ketimpangan yang berulang.

Tawa pahit

Dalam banyak kasus[3], emoji ‘ngakak’ bukan ekspresi hiburan, melainkan “tawa pahit”. Warga hanya bisa tertawa dan pasrah akibat situasi yang sudah tidak masuk akal.

Rentetan berita tentang ketidakadilan hadir dengan pola yang sama: yang lemah cepat dihukum, yang kuat punya banyak celah dan impunitas. Belum lagi kasus korupsi dan cara komunikasi pemerintah yang represif, sinis dan defensif dalam merespons kritik publik.

Reaksi publik ikut berubah. Marah terus-menerus terasa melelahkan. Lama-lama, ekspresi emosi itu berganti dari kemarahan menjadi tawa getir.

Di era media sosial, respons emosional bisa menjadi bahasa politik[4], sering disampaikan lewat simbol yang cepat, padat, dan mudah dikenali, baik melalui meme, sindiran, satire, atau emoji.

Di titik ini, tertawa bukan berarti lucu atau masalahnya ringan. Justru sebaliknya, masalahnya terlalu berat dan terlalu sering.

Makna di balik emoji

Kami menganalisis berbagai respons warganet di media sosial dengan metode/teori apa? dan melakukan wawancara kecil di lapangan ke berapa orang? usia berapa?. Kami menemukan setidaknya ada tiga makna utama di balik dominasi emoji ini di kolom komentar:

Banyak netizen merasa berita-berita ketimpangan sosial hadir dengan pola yang nyaris sama. Warga marah, tapi tak kunjung ada perubahan nyata, sehingga energi sudah habis.

Emoji ‘ngakak’ menjadi semacam “mode hemat energi”, reaksi singkat setelah emosi panjang yang tak kunjung berdampak.

Di budaya digital Indonesia, sindiran sering lebih efektif daripada amarah langsung. Satu emoji ‘ngakak’ di bawah unggahan berita bisa berarti banyak hal: “ini keterlaluan”, “tidak heran”, atau “sudah bisa ditebak.”

Netizen tidak selalu perlu menulis panjang untuk menunjukkan posisi moralnya. Cukup dengan satu simbol, mereka sudah menandai bahwa ada ironi besar dalam berita tersebut.

Contohnya terlihat ketika kebijakan publik yang kontroversial diumumkan tanpa penjelasan memadai. Alih-alih berdebat panjang, netizen cukup membanjiri komentar dengan emoji ‘ngakak’ sebagai delegitimasi (tak lagi menganggap layak kebijakan tersebut) dalam bentuk halus.

Humor bisa menjadi cara manusia menjaga jarak[5] dari tekanan[6]. Justru karena masalah itu berat, sebagian orang memilih menghadapinya[7] lewat humor, sarkasme, dan ironi agar tetap waras.

Dalam konteks ini, emoji ‘ngakak’ bekerja sebagai cara untuk mengelola rasa tidak berdaya. Ia menjadi semacam tameng mental agar netizen tetap bisa bereaksi tanpa tenggelam dalam kemarahan atau keputusasaan total.

Kenapa bukan emoji marah?

Salah satu alasan orang tidak menggunakan emoji marah adalah karena kemarahan sering dianggap tidak cukup efektif[8] di ruang digital. Marah secara terbuka belum tentu menghasilkan perubahan[9].

Bahkan, dalam beberapa kasus, ekspresi marah yang terlalu eksplisit bisa berujung pada konflik[10], perundungan balik[11], atau bahkan persoalan hukum.

Sebaliknya, emoji ‘ngakak’ lebih aman karena ia ambigu: bisa dibaca sebagai tawa, sindiran, atau ejekan, tetapi daya sebar dan daya gigitnya tinggi[12].

Dalam logika media sosial yang serba cepat, simbol sederhana[13] sering lebih kuat[14] daripada argumen panjang.

Kritik dibungkus guyon

Faktor budaya[15] juga tidak dapat diabaikan.

Dalam banyak percakapan sehari-hari di Indonesia, kritik kerap disampaikan lewat humor, plesetan, atau sindiran halus, karena terkesan lebih cair, lebih mudah diterima,[16] dan sering kali justru lebih mengena.

Fenomena ini terlihat jelas di media sosial. Ketika muncul berita tentang fasilitas mewah pejabat atau perlakuan istimewa terhadap kelompok tertentu, respons netizen sering berupa meme, candaan, dan tentu saja emoji 😂.

Bukan karena mereka menganggapnya lucu, tetapi karena itu cara yang terasa paling pas untuk menyampaikan kejengkelan tanpa harus frontal.

Tertawa boleh, menyerah jangan

Meski tertawa boleh, kita juga sebaiknya hati-hati. Jika isu serius terlalu sering dibalas dengan tawa, ketidakadilan bisa terasa biasa. Hal yang seharusnya mengejutkan dan layak dikritik berubah menjadi rutinitas.

Kita menyadari ada masalah, tapi respons kita bisa saja akan semakin dingin dan apatis.

Dampak yang mengkhawatirkan adalah jika emoji ‘ngakak’ berisiko bergeser dari alat kritik menjadi tanda kejenuhan, bahkan apatisme.

Emoji 😂 memang kecil, tapi bisa menjadi sinyal bahwa ada yang tidak beres, bahwa sesuatu terasa janggal dan layak dipertanyakan.

Sekarang masalahnya bukan pada tawanya, tetapi pada apakah tawa itu berhenti di situ atau berlanjut menjadi kesadaran. Jangan sampai emoji tawa menjadi kebiasaan pasif.

Sindiran bisa jadi pintu masuk, tapi dorongan perubahan tetap butuh artikulasi yang lebih jelas, seperti diskusi, advokasi, atau sekadar memperpanjang perhatian publik pada isu tersebut. Tanpa itu, kritik berisiko menguap di antara arus komentar cepat yang datang dan pergi.

Tawa boleh menjadi bahasa awal, tapi bukan bahasa akhir.

References

  1. ^ warganet sering memberikan emoji ‘ngakak’ (link.springer.com)
  2. ^ Sejumlah kajian (www.frontiersin.org)
  3. ^ Dalam banyak kasus (doi.org)
  4. ^ bisa menjadi bahasa politik (www.bbc.com)
  5. ^ menjaga jarak (doi.org)
  6. ^ tekanan (doi.org)
  7. ^ memilih menghadapinya (doi.org)
  8. ^ tidak cukup efektif (www.annualreviews.org)
  9. ^ belum tentu menghasilkan perubahan (academic.oup.com)
  10. ^ berujung pada konflik (doi.org)
  11. ^ perundungan balik (psycnet.apa.org)
  12. ^ daya sebar dan daya gigitnya tinggi (journals.sagepub.com)
  13. ^ simbol sederhana (us.macmillan.com)
  14. ^ sering lebih kuat (doi.org)
  15. ^ Faktor budaya (monoskop.org)
  16. ^ lebih cair, lebih mudah diterima, (doi.org)

Authors: Zamzami Zainuddin, Senior lecturer, Flinders University

Read more https://theconversation.com/emosi-ngakak-bukan-berarti-lucu-tapi-tawa-pahit-rakyat-terhadap-ketimpangan-berulang-280595

Magazine

Kunjungan luar negeri Prabowo: Banyak lawatan, minim hasil

Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Moskow, Rusia, pada 12 April 2026. Cahyo/Biro Pers Sekretariat Presiden, CC BY● Diplomasi Prabowo lebih simbolis daripada strategis bagi kepentingan nas...

Emosi ngakak bukan berarti lucu, tapi tawa pahit rakyat terhadap ketimpangan berulang

Seorang perempuan sedang menggunakan ponsel pintar, mengekspresikan emosi melalui emoji cinta, tertawa, tersenyum, marah, sedih.JIMBO EKAPAT/Shutterstock● Emoji ‘ngakak’ sering jadi ...

PSN tambak udang di Kebumen rusak ekosistem pesisir, akan terulang juga di Sumba Timur?

● Kerusakan pesisir akibat PSN tambak udang (shrimp estate) di Kebumen mengancam kelangsungan hidup penyu dan ekosistem pesisir. ● Proyek shrimp estate juga mengganggu mata pencaharian mas...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink testsahabetslot gacoronwinonwinbets10casibomcasibomcasibomcasibomz-librarygalabetTaraftarium24padişahbetgalabet girişMeritbet girişagb99MeritbetMeritkingroyalbet girişdinamobetzlibraryextrabetdizipalpokerklasjojobetelexbetjojobetjojobetholiganbetjojobet