Asian Spectator


The Times

.

Kiamat kecil pernah terjadi di Flores: Mengapa manusia ‘Hobbit’ punah?

  • Written by Rino Putama, Multimedia Producer, The Conversation

Sekitar 50.000 tahun yang lalu, umat manusia kehilangan salah satu sepupu hominin terakhir yang masih bertahan hidup, Homo floresiensis[1] (yang juga dikenal sebagai ‘Hobbit’ karena tubuhnya yang kecil).

Spesies ini hidup di pulau Flores, Indonesia, setidaknya sejak satu juta tahun. Namun, sekitar 50.000 hingga 60.000 tahun yang lalu, mereka menghilang dari catatan fosil, tepat di saat Homo sapiens mulai menyebar melalui wilayah tersebut.

Hilangnya ‘Hobbit’ di Flores menjadi misteri yang menimbulkan tanda tanya besar: Sebenarnya apa yang membuat mereka menghilang?

Kiamat kecil pernah terjadi di Flores: Mengapa manusia ‘Hobbit’ punah?
Penelitian di gua Liang Bua, Manggarai, Flores, NTT. Dok. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif

Sebuah penelitian terbaru yang terbit di jurnal Communications Earth & Environment[2] menemukan bukti bahwa Homo Floresiensis terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat kekeringan yang berlangsung selama ribuan tahun. Kekeringan ini juga membuat Stegodon florensis insularis[3] (gajah purba yang awalnya besar kemudian berangsur mengecil)—yang merupakan sumber makanan utama manusia Flores—mulai berkurang populasinya, sehingga ‘Hobbit’ pun pergi dari wilayah tersebut.

Untuk sampai pada pemahaman itu, para peneliti menganalisis stalagmit dari gua Liang Luar yang masih satu kompleks dengan gua Liang Bua,[4] tempat fosil ‘Hobbit’ pertama kali ditemukan pada tahun 2003.[5]

Stalagmit bertindak sebagai arsip iklim alami, mereka tumbuh lapis demi lapis seiring tetesan air yang jatuh dan menyimpan jejak kimiawi dari curah hujan di masa lalu.

Read more: Evolusi cepat menjelaskan sosok kecil 'Hobbit' yang telah punah dari Pulau Flores[6]

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 60.000 tahun yang lalu—tepat saat manusia Flores mulai menghilang—wilayah tersebut mengalami transisi iklim yang signifikan. Iklim yang sebelumnya lembap dan stabil berubah menjadi jauh lebih kering dengan musim kemarau yang lebih panjang dan intens hingga berdampak besar pada ekosistem pulau.

Tekanan lingkungan akibat kekeringan ini membuat populasi Homo floresiensis menjadi sangat rentan.

Studi ini juga menunjukkan bahwa kepunahan manusia ‘Hobbit’ Flores bukanlah akibat dari satu faktor tunggal, melainkan kombinasi fatal antara perubahan iklim yang ekstrem dan ekosistem yang hilang. Ini menjadi pengingat tentang bagaimana perubahan lingkungan yang cepat dapat mengubah jalannya sejarah spesies secara permanen.

Dalam edisi terbaru Ask the Expert,[7] kami berbincang dengan Mika Rizki Puspaningrum[8], peneliti palaeontologi dari Institut Teknologi Bandung.

Mika menekankan bahwa dengan mempelajari masa lalu, kita bisa belajar menghadapi masa depan dengan lebih bijak.

Tonton video lengkapnya di sini:

Kiamat kecil pernah terjadi di Flores: Mengapa manusia ‘Hobbit’ punah?

Tonton video-video seputar sains menarik lainnya hanya di channel YouTube dan TikTok The Conversation Indonesia, jangan lupa ikuti dan berlangganan sekarang juga!

Klik di sini:

YouTube The Conversation Indonesia[9]

TikTok The Conversation Indonesia[10]

Authors: Rino Putama, Multimedia Producer, The Conversation

Read more https://theconversation.com/kiamat-kecil-pernah-terjadi-di-flores-mengapa-manusia-hobbit-punah-273479

Magazine

Compressed Air Pipe and Fittings: What Every Australian Industrial Facility Needs to Know

Compressed air is the fourth utility of modern industry, right alongside electricity, gas, and water. Yet despite its critical role in powering everything from pneumatic tools to automated productio...

Common Risks Hidden in Commercial Lease Agreements

Commercial leases are often longer and more complex than tenants expect, and the fine print can carry significant financial and operational consequences over the years that follow. Many business own...

Corporate Secretarial Services in Singapore: Annual Compliance, Key Filings, and Common Mistake

Annual compliance in Singapore should not be treated as a once-a-year administrative event. It is an ongoing governance system that depends on accurate records, timely filings, disciplined approvals...

hacklink hack forum hacklink film izle hacklink z-libraryDizipalStreamEastPadişahbetGalabetjojobetjojobetcasibomhttps://chantilly-montessori-school.vercel.app/esim senegalbetparkbetparktelegram下载zlibrary bookscasino en lignemarsbahismariobetjojobetjojobetnakitbahiscasibomcasibomholiganbetholiganbetgrandpashabetgrandpashabetsuperbetinsuperbetinWPS下载jojobetholiganbetholiganbetankara escort