Asian Spectator

Men's Weekly

.

30 tahun lalu gempa dan tsunami merusak Flores: apakah mitigasi risiko di sana kini lebih baik?

  • Written by Jonatan A Lassa, Senior Lecturer, Humanitarian Emergency and Disaster Management and Course Coordinator (Acting) for Master of Public Policy, Charles Darwin University
30 tahun lalu gempa dan tsunami merusak Flores: apakah mitigasi risiko di sana kini lebih baik?Papan "selamat datang" di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, porak-poranda dihantam gempa dan tsunami pada 1992. Y. Benyamin S (2018)

Tepat 12 Desember 1992, sebuah gempa besar disertai tsunami memporak-porandakan Flores, Nusa Tenggara Timur. Sekitar 3.100 orang meninggal atau hilang, hampir 2.000 korban adalah penduduk di Kabupaten Sikka.

Kerus...

Magazine

Ratusan ribu artikel ilmiah terbit tiap tahun: Bagaimana menjaga kualitas di tengah lonjakan publikasi?

stoatphoto/shutterstock● Jumlah publikasi ilmiah di Indonesia bertumbuh sangat pesat.● Lonjakan jumlah artikel jurnal berisiko menurunkan kualitas penelaahan dan memicu praktik produksi na...

Transisi energi harus adil, tapi apa makna keadilan bagi masyarakat Indonesia?

● Transisi energi harus berkeadilan, tidak boleh ada kelompok mana pun yang dirugikan.● Kita semua perlu memahami makna ‘adil’ dalam perspektif publik untuk bisa mewujudkan tra...

Keracunan massal pada MBG: Akibat aturan keamanan pangan hanya formalitas?

● Keracunan akibat Makan Bergizi Gratis (MBG) tembus 20 ribu kasus sepanjang 2025.● Sekitar 11 ribu dapur MBG belum tersertifikasi dan mengabaikan standar keamanan pangan.● Situasi i...