Asian Spectator

Men's Weekly

.

Mengapa gerakan _body positivity_ berisiko menjadi toksik

  • Written by Viren Swami, Professor of Social Psychology, Anglia Ruskin University
Mengapa gerakan _body positivity_ berisiko menjadi toksikPenyanyi Lizzo telah menyuarakan kritiknya terhadap gerakan body positivity di masa lalu.Peter Foley/ EPA

“Kamulah yang mendefinisikan kecantikanmu sendiri. Kamu lebih dari sekadar angka dalam skala. Cintai dirimu apa adanya.”

Pesan positif terhadap tubuh (body positivity) seperti ini dapat ditemukan di mana-mana, mulai dari media sosial...

Magazine

Kasus Amsal Sitepu bukti birokrasi dan hukum gagal memahami sektor kreatif

(SynthEx/Shutterstock)● Penegak hukum gagal mengapresiasi nilai ekonomi ide dan proses kreatif dalam audit korupsi.● Penilaian jasa kreatif nol rupiah mengancam keberlanjutan ekonomi kreat...

Penerapan aturan deforestasi Eropa ditunda lagi: peluang membangun rantai pasok yang lebih adil

● Mengganti minyak sawit dengan alternatif lain tidak serta merta mengatasi persoalan deforestasi.● Masalah utama ada pada transparansi dan tata kelola, bukan jenis komoditasnya.● EU...

Tak ada hidup layak dalam upah minimum 2026

Claraelnisa/Shutterstock.com● UMP 2026 tak cukup untuk memenuhi kehidupan layak para pekerja.● Hal ini membuat situasi ekonomi masyarakat kian mencekam mengingat tahun ini banyak perang da...