Asian Spectator

Men's Weekly

.

‘Slow science’ lebih cocok untuk riset bidang sosial humaniora di Indonesia

  • Written by Putu Sukma Kurniawan, Staf Pengajar Program Studi Akuntansi, Universitas Pendidikan Ganesha

● ‘Slow science’ perlu diterapkan untuk melawan tren “menyampah” (‘junkification’) dalam riset dan publikasi ilmiah.

● Riset sosial humaniora membutuhkan waktu lama untuk membangun kepercayaan subjek dan mengungkap realitas.

● Kebijakan negara perlu lebih menghargai dampak sosial, skema riset...

Magazine

Female genital cutting: why Southeast Asia should follow Africa’s lead in challenging religious and cultural justifications

Illustration of campaign against Female Genital Mutilation (FGM).Tunatura/ShutterstockFemale genital mutilation or cutting (FGM/C) remains a threat to the rights of women in Southeast Asia, often reli...

Manfaat tempe juga bisa menyehatkan tulang: Mengapa pengakuan dari UNESCO saja tidak cukup?

● Sejumlah negara (seperti Belgia dan Jepang) merekomendasikan warganya memperbanyak konsumsi tempe. ● Tempe punya banyak manfaat kesehatan, termasuk bagi kesehatan tulang.● Pemerint...

Pemberdayaan warga jadi solusi efektif meredam abrasi: Pelajaran dari pesisir Bulukumba

● Indonesia memiliki banyak kawasan pesisir rawan abrasi ekstrem, seperti di Bulukumba, Sulawesi Selatan.● Pemberdayaan masyarakat setempat amat krusial untuk mencegah abrasi.● Pemba...